Rancang Kurikulum Adaptif Dengan Industri, Fapetkan Gelar Raker

Rancang Kurikulum Adaptif Dengan Industri, Fapetkan Gelar Raker

- in Berita, Kabar Kampus
322
0

Civitas Akademika Fapetkan Unsulbar menggelar Rapat Kerja di aula Theater Kampus Padha-Padhang, Tande Timur, 25 Juli 2025 ( Foto : Panitia Fapetkan)

karakterunsulbar.com – Pentingnya lulusan perguruan tinggi yang sejalan dengan kebutuhan industri terus menjadi perhatian.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Unsulbar melalukukan sejumlah upaya, salah satunya merancang kurikulum untuk lebih adaftif dengan perkembangan teknologi.

Upaya memperkuat kurikulum yang lebih adaptif dengan perkembangan tersebut menjadi salah satu tema pembahasan dalam Rapat Kerja Fapetkan Unsulbar, Jumat, 25 Juli 2025.

ketua Panitia Raker Fapetkan, Irmayanti, M.Si dalam siaran persnya ke redaksi Karakterunsulbar.com menjelaskan, rapat kerja kali ini diharap dapat mendorong transformasi fakultas ke arah yang lebih baik, dengan menjunjung tinggi prinsip inklusivitas, keberlanjutan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

” Alhamdulillah raker berjalan lancer, pesan penting dari Pak Rektor dan Bu Dekan menjadi perhatian peserta raker untuk merancang penguatan kurikulum serta sinergi tridarma perguruan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Irmayanti, M.Si.

Rapat Kerja Fapetkan bertema “Transformasi Fakultas Peternakan dan Perikanan Menuju Pendidikan Tinggi yang Inklusif dan Berdampak”, dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Sulawesi Barat, Prof. Muhammad Abdy.

“Raker ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah pengembangan fakultas yang lebih progresif, berdaya saing, dan relevan dengan tantangan global maupun kebutuhan lokal,” ujar Rektor Abdy dalam arahannya melalui zoom.

Relevan dengan Industri

Dekan Fakultas Peternakan dan Perikanan Prof. Sitti Nurani menyampaikan, rapat kerja tahun ini memiliki peran penting dalam merumuskan langkah konkret menuju transformasi pendidikan yang tidak hanya inklusif, tetapi juga berdampak nyata terhadap pengembangan sumber daya manusia di bidang peternakan dan perikanan.

“Kami berharap output dari rapat kerja ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap penguatan pelaksanaan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, masyarakat, serta selaras dengan kebijakan kampus berdampak,” ujar Dekan di hadapan peserta raker.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh unsur civitas akademika untuk menciptakan sistem pembelajaran yang adaptif, aplikatif, dan berbasis pada pengembangan kompetensi mahasiswa secara utuh.

Sejalan dengan tema raker Fapetkan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebelumnya telah meluncurkan program kampus berdampak.

Dikutip dari https://kemdiktisaintek.go.id/, Kampus berdampak disebut adalah kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan, publikasi, ranking global, tapi juga kampus yang mentransformasi kehidupan masyarakat.

Sehingga nantinya peran perguruan tinggi itu diharapkan menjadi pusat solusi yang nyata untuk masyarakat, selain itu juga perguruan tinggi diharapkan menjadi motor inovasi sosial dan ekonomi berkelanjutan. (RD01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar : Lima Bakal Calon Bersaing

Sekretariat Panitia Pemilihan Dekan (Pildek) FKIP Unsulbar. (Foto