Qris Yang Ditakuti Amerika, Disambut Antusias Ribuan Mahasiswa Baru

Qris Yang Ditakuti Amerika, Disambut Antusias Ribuan Mahasiswa Baru

- in Berita, Kabar Kampus
307
0

Pemateri dari BI perwakilan Sulbar, Ella Rosella (kanan) dan M. Fadhil Nasution menyampaikan materi kepada ribuan mahasiswa baru Unsulbar dalam acara PKKMB 2025 di kampus Padha-Padhang, Tande Timur, Selasa, 12/8/2025. ( foto : Vinolia )

karakterunsulbar.com – Sistem pembayaran digital QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard terus menjadi perhatian luas dalam dan luar negeri, terutama setelah Pemerintah Amerika Serikat menjadikan system pembayaran dari Indonesia itu menjadi sasaran serangan.
Qris oleh publik di tanah air dinilai bukan sekedar alat pembayaran, Ia dinilai merupakan contoh nyata dari kedaulatan di bidang ekonomi.

Salah satu materi dalam rangkaian acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB ) 2025 adalah “Qris dan Program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah.
Materi disampaikan oleh tim dari Bank Indonesia Sulawesi Barat di kampus Padhang-Padhang, kelurahan Tande Timur, Majene, Selasa, 12 Agustus 2025.

Dalam pemaparannya, Bank Indonesia Sulbar menyampaikan, QRIS merupakan standar kode QR nasional untuk pembayaran yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan ASPI.

” Qris bertujuan untuk menyatukan berbagai standar QR kode pembayaran di Indonesia agar lebih mudah, efisien dan efektif,” jelas Ella Rosella dari unit kehumasan BI Sulbar kepada ribuan mahasiswa baru Unsulbar peserta PKKMB 2025 yang mengikuti acara di aula mini, di Gedung theater serta live youtube.

Menurutnya, Sejak diluncurkan 17 Agustus 2009, QRIS terus berkembang. Pembayaran digital dari Indonesia itu sudah terkoneksi, terimplementasi lintas negara, antara lain Malaysia, Thailand, Singapura serta sejumlah negara lainnya.

Dihimpun dari berbagai sumber, sorotan Amerika terhadap QRIS tertuang dalam dokumen Foreign Trade Barriers yang dirilis oleh United States Trade Representative (USTR) pada akhir Februari 2025.
Amerika Serikat khawatir QRIS bisa membatasi peluang bisnis perusahaan pembayaran asing seperti Visa dan Mastercard yang selama ini mendominasi pasar

Meskipun mendapat tentangan dari AS, QRIS makin populer, data Bank Indonesia (BI) menyebutkan, pembayaran digital volume transaksi pembayaran QRIS tumbuh 170,1 persen secara tahunan.

” Saya sudah sering pakai QRIS, bayar di warung atau ngopi di warkop sudah banyak yang bisa pakai QRIS, cara mudah membayar,” kata Andi, seorang mahasiswa yang ditemui di kampus.

Tips Jaga Data Pribadi

Selain materi tentang pembayaran digital QRIS, Bank Indonesia perwakilan Sulbar diacara PKMMB 2025 tingkat Universitas juga menyampaikan materi tentang Edukasi kebanksentralan serta perlindungan konsumen.

Dalam pemaparannya tim BI Sulbar menjelaskan kondisi dimana kepedulian masyarakat terhadap pentingnya perlindungan data pribadi masih rendah.
Data yang dipublish katadata 2021, level perlindungan pribadi masih rendah, yakni 56,6 %.

Pemateri BI Sulbar juga menyampaikan sejumlah kondisi yang berpotensi mengancam perlindungan data pribadi, situasi tersebut antara lain ; mendapatkan link yang mengharuskan membuka padahal itu dari nomor atau email yang tidak dikenal.

Pemateri mengingatkan agar mahasiswa lebih waspada dan hati – hati terutama bila mendapatkan file yang tidak jelas sumbernya yang biasanya dalam bentuk file APK.

Setelah menyampaikan materi, tim BI Sulbar memberikan quiz berhadiah yang disambut meriah para peserta PKKMB. (VIN/RD01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar : Lima Bakal Calon Bersaing

Sekretariat Panitia Pemilihan Dekan (Pildek) FKIP Unsulbar. (Foto