Seleksi CPNS Kemenristekdikti, Pelamar Minta Aturan Akreditasi Ditinjau

Seleksi CPNS Kemenristekdikti, Pelamar Minta Aturan Akreditasi Ditinjau

- in Kabar Kampus
2020
0
Ilustrasi ujian seleksi CPNS ( Foto : internet/korpri.id)

karakterunsulbar.com – Seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS ) 2017 periode II telah menuntaskan tahapan seleksi administrasi.
Di unit kerja Universitas Sulawesi Barat ( Unsulbar ), ratusan pendaftar CPNS gagal ditahap seleksi administrasi tersebut.
Para pelamar yang gagal seleksi tahap pertama itu menilai, ketentuan tentang syarat akreditasi tidak adil dan merugikan pendaftar seleksi CPNS.

Salah seorang pendaftar seleksi CPNS Kemenristekdikti unit kerja Unsulbar, Muhammad Syukri, S. Kel, M.Si kepada KARAKTER, Senin (09/10) menyampaikan keluhan pasca pengumuman seleksi administrasi Kemenristekdikti. Syukri salah satu dari pendaftar yang dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi.

Dari 495 pendaftar seleksi CPNS Unsulbar, yang dinyatakan lulus tahap administrasi sebanyak 390 orang.
Informasi yang dihimpun, 105 orang yang tidak lulus dalam seleksi administasi itu karena beragam penyebab, mulai berkas tidak lengkap, bidang studi tidak cocok dengan formasi serta masalah akreditasi minimal B.

Pada penerimaan CPNS 2017, tersedia 24 formasi dosen di Unsulbar dengan kualifikasi pendidikan S-2.

Menurut Syukri, informasi yang ia peroleh dari Panitia lokal di Unsulbar, penyebab ketidaklulusannya karena masalah akreditasi jurusan perguruan tinggi tempat menempuh pendidikan pasca sarjana.

Seleksi administrasi penerimaan CPNS di kampus Unsulbar, Senin (25/09) ( Foto : KARAKTER )

Syukri merupakan alumni pasca sarjana Universitas Hasanuddin ( Unhas ) program studi Pengelolaan Lingkungan Hidup, konsentrasi Pengelolaan Laut Dangkal dan Pantai.
Pada Seleksi CPNS 2017 ini, Ia mendaftar formasi dosen Budidaya Perairan.

” Akreditasi program studi ( Prodi,-) tempat saya pasca sarjana itu B. Memang bersamaan saat saya selesai Maret 2011, proses akreditasi prodi saya itu sementara diperbaharui, tapi itu kan bukan kesalahan alumni,” kata Syukri yang  saat ini tercatat sebagai dosen Fakultas Peternakan dan Perikanan, Unsulbar.

Ia menjelaskan, awal 2011 akreditasi prodinya memang sudah habis masa berlaku, akreditasi yang terbaru kemudian terbit pertengahan tahun yang sama.

Akibat lulus S-2 saat jeda akreditasi, berkas Syukri dinyatakan tidak memenuhi syarat, sementara juniornya yang lulus setelah akreditasi selesai diperbarui, berhasil lulus administrasi.
Syukri meminta agar ketentuan akreditasi dalam seleksi ditinjau ulang.

Wakil Rektor II Unsulbar, Anwar Sulili mengaku sudah banyak menerima keluhan calon pelamar terkait hasil seleksi administrasi.

” Memang sudah banyak yang datang menyampaikan keluhan tentang syarat akreditasi itu, katanya jangan kesalahan perguruan tinggi tempat kuliah ditimpakan ke alumni,” kata Anwar yang dikonfirmasi secara terpisah.

Aturan dari Pusat

Sekretaris panitia seleksi penerimaan CPNS Unsulbar, Latif Dollah yang dihubungi terpisah menegaskan, hasil seleksi administrasi mengacu petunjuk dari pusat.

” Kami melakukan seleksi (administrasi,-) berdasarkan aturan dan ketentuan dari pusat,” kata Latif yang juga kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Unsulbar.

Jadwal

Berdasarkan pengumuman Kementerian Ristekdikti nomor : 97028/A2.1/KP/2017 tertanggal 25 September 2017, disampaikan tentang jadwal terbaru seleksi pengadaan CPNS Kemenristekdikti.
Seleksi Kemampuan Dasar ( SKD ) akan dimulai 11 Oktober 2017 sampai dengan selesai. (RD01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pildek FKIP : 1 Kandidat Mundur, 2 Doktor Internal FKIP Maju ke Tahap Pemilihan

Sosialisasi Pemilihan Dekan FKIP melalui baligo di depan Rektorat