karakterunsulbar.com – Setelah dua kali penundaan tahapan pemaparan visi misi, tiga calon rektor Unsulbar kini menunggu jadwal resmi dari panitia seleksi pemilihan rektor Unsulbar.
Dr. Muh. Abdy, salah satu calon rektor mengatakan, saat ini ia masih belum menerima informasi resmi terkait tahapan pemaparan visi misi, termasuk informasi resmi penundaan juga belum pernah ia terima.
“Info resmi belum disampaikan, termasuk penundaan kemarin saya dapat dari info online,” tulis Dr. Abdy melalui pesan Whatsapp kepada karakter, Senin (12/11).
Dr. Abdy yang merupakan Dekan FMIPA Unsulbar sekaligus Dosen Universitas Negeri Makassar itu mengaku akan menunggu informasi resmi, ia mengatakan hanya akan mengikuti informasi resmi dari pansel.
Sementara Dr. Akhsan Djalaluddin yang saat ini merupakan rektor petahana Unsulbar, mengaku sudah menerima informasi penundaan tahapan pemaparan visi misi calon rektor melalui group Whatsapp.
“Kita punya WA senat, kalau ada informasi pasti masuk ke WA senat, jadi saya tidak perlu diberitahu khusus karena saya sudah tahu melalui WA,” Tulis Dr. Akhsan Kepada Karakter
Calon lainnya, Prof. Mediaty, yang juga merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengaku, penundaan jadwal pemaparan visi misi calon rektor unsulbar diketahuinya setelah ia menghubungi Ketua Pansel.
“Bahkan dari awal saya yang proaktif mencari informasi,” tegas Prof Medy pada pesan Whatsapp
Prof Medi mengungkapkan, informasi penundaan pemaparan visi misi ia ketahui bukan dari Pansel, melainkan dari orang lain melalui media Karakter Unsulbar.
“Saya taunya dari Karakter Unsulbar yang diinformasikan orang lain,” tambahnya
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Pansel Pilrek Unsulbar, Dr. Zulfajri Basari Hasanuddin mengatakan, Pansel selalu memberikan informasi resmi, termasuk penundaan pemaparan visi misi.
“Pemberitahuan resmi ke calon cukup dgn upload informasi di web dan pemberitahuan via WA,” kata Zulfajri
Ia menjelaskan, karena senat yang mengadakan rapat senat terbuka, pansel tidak dalam posisi mengambil inisiatif meminta kepastian kemenristekdikti.
Menurutnya, Pansel menunggu jawaban dari senat terkait jadwal pasti yang akan disampaikan kepada calon, hal ini untuk menghindari informasi yang dikirim akan membuat bingung calon rektor.
“Sebaiknya kita menunggu jawaban kemenristekdikti terkait usulan jadwal acara rapat senat terbuka yang dijadwalkan 21 Nopember,” tuturnya. (RD03)

