Foto : Suasana Mubes BEM U Unsulbar di Aula Tacha Center Majene, Minggu (18/11/2018).
Laporan : Nurlinda Sabaruddin (Ilmu Hukum, 2016)
karakterunsulbar.com – Hingga saat ini, Musyawarah Besar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Mubes BEM-U Unsulbar) tak kunjung temui titik terang.
Ketua Panitia, Sarbintara Syarif mengungkapkan, hal ini dikarenakan kepanitiaan yang dianggapnya kurang profesional.
“Untuk agenda rapat saja hanya sebagian kecil yang hadir,” ungkapnya saat dihubungi reporter karakterunsulbar.com (Rabu, 30/01/2019)
Bahkan ia mengungkapkan ada beberapa panitia yang memilih keluar dari grup chat kepanitiaan tanpa alasan jelas.
Sedang Sarbin menginginkan panitia dan seluruh mahasiswa dan civitas akademika Unsulbar menaruh peduli terhadap kelangsungan Mubes.
Sarbin mengaku saat ini, ia terkendala dengan statusnya yang bukan lagi mahasiswa Unsulbar (Alumni Kehutanan Unsulbar, 2013). Maka dari itu, hal ini akan diputuskan pada perncanaan agenda rapat lanjutan.
“Jika teman-teman masih ingin saya tetap jadi ketua umum, maka saya siap,” tandas Sarbin.

Mubes Dilanjut Awal Perkuliahan
Terlepas dari masalah internal kepanitiaan, sejumlah lembaga mahasiswa Unsulbar menginginkan agar Mubes segera dilanjut awal perkuliahan semester genap nanti.
Hal ini dikemukakan oleh tiga lembaga kemahasiswaan kepada Karakter beberapa waktu lalu. Ketiga lembaga tersebut, yakni BEM Fakultas Teknik (BEM-FT), BEM Fakultas Ekonomi (BEM Fekon), dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol).
Seperti yang diinginkan ketua BEM Teknik, Nicholaus Hardin Tingka (Teknik Sipil, 2015), mubes BEM-U akan sangat efisien jika dilanjutkan diawal perkuliahan nanti, mengingat kegiatan mahasiswa akan minim saat itu.
“Mahasiswa banyakan berdomisili diluar majene, jadi efisiennya awal perkuliahan,” tulis Nicholaus melalui pesan Whatsapp.
Sejalan dengan pernyataan Ketua Himapol, Hasbi (Ilmu Politik, 2015), Mubes baiknya dilanjut setelah libur mengingat sebagian mahasiswa yang berdomisili diluar Majene.
“Setelah libur, itu juga untuk mengantisipasi adanya manipulasi,” ujar Hasbi
Sementara itu, Ketua BEM Fekon, Muhammad Siddiq (Akuntansi, 2015) juga mengungkapkan, sejak ditundanya Mubes, mahasiswa Fekon masih mempertanyakan alasan penundaan.
“Tidak ada kejelasan kenapa belum dilanjut,” ungkapnya
Siddiq beranggapan, baiknya BEM-U ditiadakan, melihat selama ini perannya sebagai lembaga kemahasiswaan tertinggi di kampus sama sekali tidak dirasakan oleh mahasiswa.
“Keberadaan BEM-U tidak dirasakan mahasiswa Unsulbar, jadi buat apa ada,” ungkapnya. (RD03)

