karakterunsulbar.com – Sejumlah dosen Unsulbar, Senin (05/06) menggelar pertemuan dengan Rektor Unsulbar, Dr. Akhsan Djalaluddin untuk menyikapi masalah yang mereka hadapi terkait proses sertifikasi dosen (serdos). Dalam aduannya, para dosen mengaku sudah hampir dipastikan gagal mengikuti rangkaian serdos sesi pertama tahun ini, setelah data mereka tidak dikirim ke panitia serdos pusat hingga batas waktu ditentukan.
Merespon aduan para dosen, Rektor Akhsan Djalaluddin memerintahkan agar segera dibentuk panitia serdos yang tugas utamanya mengurus proses penginputan data para dosen calon penerima serdos.
Pokoknya segera bentuk panitianya, tidak usah banyak – banyak orangnya, yang penting bisa kerja cepat mengurus teman – teman dosen yang mau serdos,” tegas Rektor di ruang kerjanya dihadapan para dosen dan staf bagian umum dan kepegawaian.
Selain rektor Akhsan, hadir dalam pertemuan itu antara lain sekertaris rektor Ahmad Zamad, para dosen yang datang mengadu masing – masing : drh Deka Uli, Drh Nursaida, Sulmiyati Natsir M.Si, Marsudi, M.Si dan Rahmania M.Si.
Tampak ikut hadir juga dalam pertemuan itu, Dosen Fakultas Teknik Unsulbar Irfan AP, MT yang mendampingi para dosen pengadu, kepala sub bagian kepegawaian Unsulbar Muhammad Tasbih dan kepala PDPT Indra, MT.
Sertifikasi dosen diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen, serta Peraturan Mendiknas RI Nomor 47 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Pendidik Untuk Dosen.
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada dosen. Program ini merupakan upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, dan memperbaiki kesejahteraan dosen, dengan mendorong dosen untuk secara berkelanjutan meningkatkan profesionalismenya.
Kronologi
Menurut drh. Deka Uli, Ia dan para dosen lainnya merasa terpukul dan kecewa karena gagal mengikuti proses serdos justru saat belum dinilai. Menurutnya, selama ini sudah memenuhi semua persyaratan termasuk mengikuti ujian on line di Makassar sehingga optimis lolos serdos.

(Pertemuan dosen dengan Kasubag Kepegawaian, Muhammad Tassbih)
Ia menjelaskan, hingga batas akhir pengirim data 19 Mei 2017, data mereka justru tidak masuk dalam sistem, sehingga otomatis tidak bisa terinput dalam proses Serdos lebih lanjut.
Kami gagal justru sebelum dinilai di pusat, data kami sudah lengkap tapi tidak terkirim, tidak terproses, tentu kami sangat kecewa,” kata drh. Deka dengan nada sedih.
“Kita sudah mengikuti serangkaian test, melengkapi berkas tapi karena tidak teriput, ini hampir pasti gagal sesi pertama tahun ini,” tambah Sulmiyati, M.Si.
Sebelum menggelar pertemuan dengan Rektor, para dosen tersebut terlebih dahulu menggelar pertemuan dengan kasubag Kepegawaian Muhammad Tasbih di ruang bagian umum.
Dalam pertemuan di ruang bagian umum itu, kasubag kepegawaian Muhammad Tasbih menyampaikan, bahwa salah satu penyebab tidak terprosesnya data dosen calon serdos karena terjadinya “miss” komunikasi.
“Kami juga tidak tahu adanya proses sertifikasi dosen tersebut, sebelum – sebelumnya kami hanya diberi tahu setelah sertifikasi selesai, apalagi kami belum punya SK sebagai panitia serdos,” kata Tasbih kepada para dosen yang berkumpul di ruang kerjanya.
Ia mengaku kedepannya bagian kepegawaian akan lebih pro aktiv membantu proses administrasi para dosen.
Rektor Tunjuk Ketua
Sementara itu, setelah menggelar pertemuan di ruang bagian umum dan kepegawaian, para dosen bersama kasubag Muhammad Tasbih menemui Rektor Akhsan Djalaluddin mencari penyelesaian atas masalah tersebut.
Setelah hampir satu jam menggelar pertemuan, Rektor Akhsan akhirnya secara resmi menunjuk Irfan AP, ST. MT sebagai ketua panitia serdos Unsulbar. Menurutnya solusi agar kejadian gagal input tidak terulang adalah yang bertugas mengurusi serdos adalah dosen yang sudah lolos serdos.
Target kita yang pertama adalah membantu teman – teman dosen calon serdos di sesi kedua Agustus mendatang,” ungkap Irfan yang juga ketua Forum Dosen Indonesia (FDI) wilayah Sulawesi Barat.

(Irfan AP, ST. MT)
Dalam struktur panitia serdos Unsulbar, Irfan akan didampingi sejumlah dosen Unsulbar yang juga sudah lolos sertifikasi dosen. Salah satu tugas panita serdos itu adalah membantu para dosen yang tengah mengurus serfifikasi.(RD01)


