Karakterunsulbar.com – Sebanyak 140 an tukik (anak penyu sisik) ditemukan warga Belalang, Desa Onang Utara, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene beberapa waktu lalu. Hal itu membuat Muhammad Nur Ihsan, S.Pi, M.Si, dosen program studi perikanan Fakultas Perikanan dan Kehutanan (Fapertahut) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) tertarik.
Rencananya, Ihsan yang merupakan jebolan pasca sarjana Unoversitaas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini akan mengajak warga dan rekan-rekannya untuk ikut serta dalam upaya pelestarian di pantai tersebut. Ia akan melakukan observasi lebih lanjut untuk mengetahui bahwa pantai tersebut adalah habitat penyu untuk bertelur.
“Jika kesimpulannya iya maka daerah ini akan kami tutup sebagai daerah konservasi. Hitung-hitung mungkin bisa menjadi ekowisata berbasis konservasi kedepannya,’ harapnya.
Sebelumnya, Ihsan yang kebetulan tinggal di daerah ini bersama warga juga menyaksikan penemuan tukik. Bahkan mengabadikannya dengan video lewat kamera handphone.
Menurutnya, jumlah tukik tersebut sekitar 140 an. Sesaat setelah ditemukan, ia bersama warga melepaskan hewan dilindungi jenis penyu hijau itu ke laut.
“Ditemukan setelah jadi tukik. (Dilepas) sesaat setelah ditemukan,” kata Ihsan.
Ihsan menduga, Pantai Belalang tersebut adalah tempat penyu bertelur. Pasalnya, sebelumnya warga juga menemukan tukik di pantai itu.
“Kenapa saya menyimpulkan masih ada yang belum menetas karena masyarakat menemukan telur di lokasi yang berbeda sebelum tukik ini menetas,” jelasnya. (RD-02)

