Kenangan Terakhir Rektor dari Almarhumah Istrinya

Kenangan Terakhir Rektor dari Almarhumah Istrinya

- in Kabar Kampus
2361
0
Rektor Dr. Akhsan Djalaluddin ( kiri depan) mengusung keranda jenazah almarhumah Diah Pardiana Atjo, Sabtu, 16 September 2017. ( Foto : Facebook)

karakterunsulbar.com – Rektor Unsulbar Dr. Akhsan Djalaluddin masih diliputi suasana berkabung pasca meninggalnya almarhumah Diah Pardiana Atjo, istrinya tercinta.

Rektor Akhsan mengenang almarhumah sebagai sosok istri yang ramah bagi setiap orang.
Bagi Rektor, Almarhumah juga menjadi mitra yang terus memberikannya support dalam melaksanakan pekerjaan sebagai pimpinan di perguruan tinggi Unsulbar.

Kepada KARAKTER, Minggu (17/09), Rektor Akhsan Djalaluddin mengungkapan, bahwa sebelum meninggal dunia, almarhumah masih memiliki rencana untuk kembali memberangkatkan karyawan di perusahaannya serta keluarganya naik ke tanah suci.

” Almarhumah punya keinginan terakhir itu adalah memberangkatkan karyawan dan keluarga naik ke tanah suci, umrah, namun Tuhan berkehendak lain. Insha Allah rencananya itu akan menjadi tanggung jawab kami,” kata Rektor Akhsan melalui sambungan telepon selular.

Almarhumah istri rektor tersebut, semasa hidupnya merupakan pengusaha sukses bidang pengiriman cargo dan ekspedisi pengiriman hasil laut hingga ke luar negeri.

Penuturan sejumlah pihak di berbagai media sosial seperti facebook dan whattsApp, almarhumah dikenal sebagai sosok yang rendah hati, ramah pada setiap orang dan dermawan, sering membantu.

” Almarhumah sangat baik dan ramah pada semua orang,” tulis Arifin Nurdin di laman facebook mengenang almarhumah.

Kerabat almarhumah, Aco Masdar kepada KARAKTER, Sabtu (16/09) menceritakan, almarhumah Diah merupakan sosok perempuan pekerja, sukses mengembangkan bisnis, namun tetap mengingat orang  yang perlu dibantu.

” Sebagai pengusaha sukses, Almarhumah rajin membantu, tiap tahun pasti ada yang dibiayai ke tanah suci, beliau sangat dermawan,” kenang Aco.

Mengenai amalan almarhumah rajin memberangkan orang ke tanah suci, Rektor Akhsan mengatakan, orang yang dibiayai almarhumah tersebut berasal dari semua kalangan, baik itu karyawan di perusahaannya, keluarganya serta keluarga dari suami.

” Selalu begitu, karyawan naik diberangkatkan ke tanah suci selalu bersama keluarga kami, itu tujuannya agar lebih terjalin keakraban,” kenang Rektor.

Pengembangan Pendidikan

Sebagai pimpinan perguruan tinggi, rektor Akhsan Djalaluddin mengatakan, Ia juga kerap mendapat masukan dari almarhumah mengenai pengembangan program studi di Unsulbar.
Menurut Rektor, almarhumah punya obsesi agar luaran Unsulbar bisa menangkap prospek atau peluang besar di bidang bisnis transportasi.

” Almarhumah melihat peluang besar disitu, sehingga muncul ide agar dibentuk konsentrasi pendidikan Manajemen Transportasi,” kata rektor.

Sebagai pengusaha pengiriman hasil laut, almarhumah juga berobsesi melihat nelayan di Mandar tidak lagi hanya sebagai penangkap ikan atau pengumpul saja, tapi lebih berkembang mampu terlibat aktif dalam bisnis eksport hasil laut.

Almarhumah meninggal dunia karena sakit pada Jumat malam, 15 September 2017 di rumah sakit Media, RSCM Jakarta. Kemudian almarhumah dimakamkan Sabtu, 16 September 2017 di pemakaman Kampung Asem, Cililitan, Jakarta.

Almarhumah memang telah meninggalkan dunia yang fana ini, namun sosoknya yang baik hati, peramah, dermawan serta idenya mengembangkan pendidikan dan ekonomi nelayan akan terus hidup dan dapat menjadi inspriasi bagi yang lain, selamat jalan bu, Alfatihah….(RD01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar : Lima Bakal Calon Bersaing

Sekretariat Panitia Pemilihan Dekan (Pildek) FKIP Unsulbar. (Foto