Dosen peserta Konfrensi Nasional Artikel Ilmiah Nasional (KNAI) 2018 di halaman gedung pembuatan kapal Rangas, kecamatan Banggae, Majene, Minggu (15/04) ( foto : Panitia KNAI)
karakterunsulbar.com – Puluhan dosen peserta Konfrensi Nasional Artikel Ilmiah Nasional (KNAI) 2018 mengikuti kegiatan Pengabdian Masyarakat di kawasan permukiman pesisir, kelurahan Rangas, kecamatan Banggae, Majene, Minggu (15/04).
Para dosen memberikan penyuluhan dan sosialiasi yang berfokus pada pengembangan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Pada kegiatan tersebut, warga meminta agar dosen memberikan jalan keluar terhadap masalah sulitnya mendapatkan modal usaha.

Kegiatan pengabdian masyarakat peserta KNAI 2018 yang digelar Forum Dosen Indonesia (FDI) berada di dua titik di kawasan permukiman kelurahan Rangas, masing – masing di aula tempat pembuatan kapal Rangas Barat serta kantor kelurahan Rangas.
Di pusat pembuatan kapal, para dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia secara bergantian memberikan penyuluhan, mulai dari teknik pengolahan ikan agar lebih bernilai jual tinggi, tata keuangan usaha rakyat hingga hasil riset teknologi tepat guna salah satunya yakni pemanfaatan energi panas air laut untuk tenaga listrik.
Saat sesi tanya jawab, warga yang mayoritas adalah nelayan menyampaikan keluh kesah antara lain sulitnya memulai dan mengembangkan usaha karena terhambat modal usaha.
” Keinginan warga untuk berwirausaha selalu terhambat kesulitan finansial, kami tidak tahu caranya mendapatkan modal usaha khususnya yang tanpa agunan, mohon bapak – ibu dosen memberikan solusi atas masalah tersebut,” kata Iswadi, kepala Lingkungan Rangas Pa’besoang.

Merespon keluhan warga, Dosen Fakultas Ekonomi, Sri Astuty Ratnasari Manggu menyampaikan, perbankan juga menyiapkan modal usaha kecil menengah tanpa agunana, namun saat pengajuan kredit usaha tersebut, warga harus mampu menjelaskan profil usaha dan proyeksi perkembangannya kedepan.
” Itu harus dijelaskan dalam bentuk proposal agar perbankan yakin bahwa usaha itu layak dibantu, insha Allah saya dan teman – teman dosen siap mewakafkan diri untuk membantu warga disini membuat proposal dan pendampingan dalam menjalankan usaha, kita optimis usaha warga dapat respon perbankan karena potensi perikanan disini cukup bagus,” kata Sri Astuty.
” Saya punya pengalaman kerja di Dompet Dhuafa, lembaga sosial yang telah banyak membantu warga usaha kecil menengah, saya juga siap membantu agar warga dapat mengakses bantuan dari Dompet Dhuafa,” kata Rahmaniah, dosen Institut Agama Islam (IAI) DDI Polewali yang juga menjadi peserta KNAI 2018.
Mendapat jawaban dari para dosen, warga Rangas yang membutuhkan literasi informasi kredit tanpa agunan akan berkomunikasi dengan para dosen lebih lanjut.
berita terkait : Seminar Triple Helix Awali KNAI Forum Dosen Indonesia Sulbar

Usaha Pengolahan Ikan
Di kantor kelurahan Rangas, dosen Fakultas Peternakan dan Perikanan Unsulbar, Dr. Tenri Ware bersama para dosen peserta KNAI lainnya menggelar penyuluhan tentang pengolahan hasil laut, antara lain Abon Ikan.
” Abon ikan ini salah satu usaha yang sudah berhasil meningkatkan ekonomi warga di Battoa, kecamatan Binuang Polewali Mandar, kami berharap warga di Rangas, Majene juga akan meningkat ekonominya dengan usaha pengolahan hasil laut, kami siap membantu memberikan pendampingan,” kata Dr. Tenri.

Seperti diberitakan sebelumnya, KNAI 2018 yang digelar FDI Sulawesi Barat berisi serangkaian kegiatan mulai seminar nasional tentang Triple Helix, Presentase penelitian dosen dan terakhir kegiatan pengabdian pada masyarakat.
” Alhamdulillah semua rangkaian acara KNAI dapat berjalan dengan lancar, terima kasih kepada semua yang telah membantu, khususnya teman -teman panitia,” kata salah seorang panitia KNAI, Nur Aisyah Humairah yang juga dosen Pendidikan Fisika, Unsulbar. (RD01)

