Demo Mahasiswa : Segera Selesaikan Kisruh Pilpres BEM-U

Demo Mahasiswa : Segera Selesaikan Kisruh Pilpres BEM-U

- in Berita, Kabar Kampus
1330
0

Unjuk rasa mahasiwa Unsulbar di depan kampus , Senin (30/04). Salah satu tuntutannya adalah percepatan pemilihan presiden mahasiswa BEM Universitas.  ( foto : istimewa  ) 

karakterunsulbar.com – Unjuk rasa mahasiswa di rektorat Unsulbar, Senin (31/04) juga menyuarakan tuntutan kepada pimpinan kampus agar segera menyelesaikan kisruh pemilihan presiden mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U).

Hingga saat ini pemilihan presiden mahasiswa Unsulbar “deadlock” belum bisa berlanjut, setelah terjadi dualisme kepanitiaan.

Tuntutan agar pimpinan kampus segera menyelesaikan kisruh proses pemilihan presiden mahasiswa disuarakan mahasiswa saat menggelar orasi secara bergantian dan melalui spanduk serta poster yang dibawa pengunjuk rasa.

” Percepat pemilihan presiden mahasiswa, kami menginginkan dualisme kepanitian itu segera diselesaikan,” kata mahasiswa peserta unjuk rasa, Ramli.

berita terkaitMahasiswa Unsulbar Segera Pilih Presiden baru 

Mahasiswa Unsulbar mengikuti Pemilu Raya IMBISI. ( Foto : Dokumentasi KARAKTER )

Pemilihan presiden mahasiswa Unsulbar periode 2017 – 2018 belum jelas hingga saat ini, salah satu pemicunya adalah hadirnya dua kepanitiaan, satu panitia pilpres dibentuk oleh BEM-U, satu panitia lainnya di SK-kan oleh pimpinan kampus.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani rektor Dr. Akhsan Djalaluddin nomor : 0013/BEM.USB/VIII/2015, Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) Unsulbar periode 2015 – 2017 terdiri atas 28 pengurus terbagi dalam enam departemen.

berita terkaitPilpres BEM-U, HIMABIO : Himpunan Penting Terakomodir di Komisi Pemilihan

ilustrasi, Pemilu Raya Mahasiswa memilih Presiden . ( Foto Humas UNG )

Pemilu Raya

Selain menuntut agar pimpinan kampus bersikap menyelesaikan kebutuntuan proses pemilihan presiden mahasiswa yang baru, Ramli juga menyuarakan agar pemilihan presiden mahasiswa itu dilakukan dengan cara pemilihan umum raya ( Pemilu Raya ).
Pemilu Raya dinilai lebih baik, lebih adil dibanding dengan pemilihan menggunakan sistem perwakilan. Pemilu raya adalah cara pemilihan pemimpin dengan cara melibatkan semua anggota atau semua mahasiswa

” Semua mahasiswa terlibat dalam pemilihan, ini agar mahasiswa betul-betul bisa melihat pemimpin yang memikirkan kondisi mahasiswa,” katanya.

Sebagian besar organisiasi kemahasiswaan di kampus saat ini menerapkan metode pemilu raya yang juga diisi dengan debat kandidat calon presiden mahasiswa.

Penghitungan Suara Pemilu Raya BEM F-MIPA Unsulbar. ( Foto : Dokumentasi KARAKTER )

Disamping tuntutan percepatan pemilihan presiden mahasiswa serta transpransi dana kampus, mahasiswa pengunjuk rasa juga menuntut pembangunan perpustakaan di kampus Unsulbar.

Kepala Bagian Umum Unsulbar, Atjo Tanrijalling yang menerima pengunjuk rasa di depan rektorat menjelaskan, tuntutan tersebut belum dapat dijawab karena pimpinan Unsulbar sedang tidak berada di tempat.

“Unsur pimpinan hari ini tidak di tempat karena sedang mengikuti pertemuan panitia lokal (Panlok,-) SBMPTN di Makassar,” kata Atjo.

Ia berjanji tuntutan mahasisawa Unsulbar ini akan disampaikan kepada pimpinan kampus setelah pertemuan panlok SBMPTN.

“Tanggal 2 Mei nanti, InsyaAllah kami akan sampaikan pada pimpinan kampus untuk dibicarakan bersama,” jelas Atjo.

Jenderal Lapangan, Rahmat Hidayat (Ilmu Politik, 2015) mengatakan, mahasiswa akan kembali menggelar aksi selanjutnya apabila tuntutan mereka belum mendapatkan titik terang.

“Kami akan kembali aksi apabila belum ada kejelasan dari pihak kampus,” kata Rahmat. (RD01)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Rektor Kembali Kecewa Karena Minim Peserta Upacara Hardiknas

Upacara Hardiknas 2026 Unsulbar di kampus Padha-Padhang, Kelurahan