karakterunsulbar.com – Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Akhsan Djalaluddin akhirnya menjawab ketiga tuntutan yang dilayangkan oleh mahasiswa saat unjuk rasa pada Senin 30 April 2018.
Jawaban atas tuntutan mahasiswa itu disampaikan Rektor Akhsan saat berdialog dengan mahasiswa, Rabu (02/05) di ruang kerjanya lantai dua rektorat.
Ketiga tuntutan itu diantaranya transparansi pengelolaan anggaran, percepatan pembangunan perpustakaan Unsulbar, dan kisruh pemilihan presiden mahasiswa.
Adapun satu tuntutan lainnya mengenai percepatan pembangunan kampus Unsulbar.
Sekitar dua jam para mahasiswa bersama Rektor Akshan melakukan dialog terkait beberapa point yang menjadi tuntutan mahasiswa.
Berikut kutipan dan penjelasan lengkap Akhsan terkait tuntutan tersebut:
Tuntutan Pertama: Transparansi Penggunaan Anggaran oleh Pihak Kampus.
“Tata kelola keuangan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) itu sudah ditentukan oleh aturan Ristekdikti, maka kita tidak boleh mengalokasikan dana sembarangan. Masalah Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibayarkan mahasiswa itu alokasinya jelas, yaitu untuk penggajian dosen yang non-PNS dan perlu kami sampaikan bahwa keuangan PTN itu diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam hal ini Inspektorat dan saya kira ini sudah transparansi,”
Tuntutan Kedua: Percepatan Pembangunan Perpustakaan Unsulbar
“Pembangunan perpustakaan akan dilakukan setelah pembangunan kelas sebanyak 20 ruangan dan akan disatupaketkan. Untuk waktu pembangunan belum jelas karena di provinsi masih ada tahap tender,”
Tuntutan Ketiga: Kisruh Pemilihan Presiden Mahasiswa
“Pemilihan presiden mahasiswa akan dilaksanakan setelah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)diresmikan, struktur organisasi kemahasiswaan dari FKIP ini yang kita tunggu, karena kalau kita melakukan pemilihan presiden sekarang, berarti mahasiswa FKIP nanti itu tidak memilih. Untuk masalah dualisme kepanitiannya sekarang saya sudah memanggil dua belah pihak dan saya mau pemilihan presiden mahasiswa dilakukan berdasarkan pemilu raya,”
Tuntutan Keempat: Percepatan Pembangunan Kampus
“Saya kira kalau mempercepat pembangunan kampus kita semua yang sangat menginginkan itu. Tetapi memang kita di Unsulbar sangat kekurangan dana. Sebagai Rektor saya sudah melakukan dengan maksimal yang bisa dilakukan. Pertama, saya sudah menemui pak Jusuf Kalla, mendatangkan Menteri Ristekdikti, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Provinsi Sulbar untuk mempercepat pembangunan kampus Unsulbar karena memang kita tidak bisa pungkiri bahwa Unsulbar masih kurang dalam pembangunan. Bahkan Kamis 3 Maret 2018 saya akan ke mamuju untuk persentase di depan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Sulbar dengan harapan agar bersedia mengalokasikan dana Rp 50 millyar untuk pembangunan kampus,”
Diakhir pembicaraan, Akhsan mengimbau kepada mahasiswa agar segala permasalahan dan tuntutan yang ada dapat dibicarakan dengan baik.
“Kalau ada yang mau ditanyakan langsung saja keruangan ini, tapi kalau saya tidak ada silahkan telpon saya, insyaAllah pasti saya jawab kalau memang bisa, saya berharap tidak ada demo lagi karena demo itu langkah terakhir,” ujar Akhsan
Ditemui Reporter KARAKTER usai dialog, Ramli Yusuf (Ilmu Politik, 2015) mengatakan, ia bersama mahasiswa lain akan tetap mengawal tuntutan mereka.
“Kami akan tetap mengawal proses pembangunan di Unsulbar dan jika kami melihat tidak diusahakan maka kami akan kembali turun aksi,” tegas Ramli. (RD03)


