Mahasiswa Akuakultur Lakukan Transplantasi Karang di Pantai Dato

Mahasiswa Akuakultur Lakukan Transplantasi Karang di Pantai Dato

- in Kabar Kampus
261
0

Foto: Peletakan rak with spider di kedalam lima meter pantai Dato 

Laporan: Irfan S (Ilmu Hukum, 2017)

Karakterunsulbar.com- Indonesia kaya akan keanekaragaman terumbu karang. Namun seiring dengan perkembangan dan kebutuhan makhluk hidup yang makin tinggi, kelangsungan hidup terumbu karang mulai terancam.

Banyak perilaku manusia yang mengganggu kelestarian terumbu karang seperti pembuangan limbah ke laut dan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Akibatnya banyak karang yang rusak dan mati.

Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan upaya pelestarian lingkungan hidup yang dicanangkan pemerintah dan masyarakat. Salah satu cara melestarikan terumbu karang adalah dengan cara transplantasi.

Mengingat hal demikian, sekelompok peneliti yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Program Studi (Prodi) Akuakultur (Budidaya Perairan), Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melakukan Transplantasi Karang di Pantai Dato Majene, Sabtu, (15/06/2019).

Transplantasi karang dapat diartikan sebagai salah satu teknik pelestarian atau rehabilitasi terumbu karang.

Transplantasi karang merupakan mata kuliah budidaya perairan bahari, prodi Akuakultur angkatan 2017 yang berjumlah kurang lebih 50 orang mahasiswa dari dua kelas.

“Praktik transplantasi karang ini bertujuan untuk mengajak mahasiswa melestarikan terumbu karang yang ada di pesisir dan juga mengajarkan metodologi atau teknik rehabilitasi terumbu karang,”, Kata Arham selaku dosen pembimbing ketika ditemui Karakter Unsulbar.

Dalam praktik transplantasi karang ini mahasiswa diajarkan teknik with spaider yaitu teknik yang menyerupai jaring laba-laba yang nantinya akan dipasang di dasar laut dengan kedalaman lima meter.

“Teknik with spider ini sangat cocok diterapkan karena kuat terhadap ombak, dibandingkan metode-metode yang lain. Rak yang dipasang berjumlah delapan, dalam satu kelas empat rak yang dipasang,” jelas Arham.

Arham menjelaskan, pantai Dato dipilih sebagai tempat praktik tranplantasi karang karena melihat karangnya ada yang sudah hancur.

Praktik ini juga dirasakan mahasiswa sangat bermanfaat karena mahasiswa dapat mengetahui teknik rehabilitasi karang.

“Kita diajarkan untuk melestarikan kembali ekosistem yang yang hampir punah seperti karang,” Jelas Abdul Gani salah satu mahasiswa Akuakultur angkatan 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Akreditasi Kedaluarsa, Mahasiswa Terpaksa Cuti

Foto: Hasbi di depan Rektorat Unsulbar (Sumber: Facebook