Dekan Fisip Unsulbar Jadi Panelis Debat Pilkada Pasangkayu

Dekan Fisip Unsulbar Jadi Panelis Debat Pilkada Pasangkayu

- in Kabar Kampus
639
0

Foto : Debat publik Pilkada Pasangkayu, Rabu (28/10) malam. (foto KPU Pasangkayu)

Karakterunsulbar.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasangkayu, menggelar Debat Kandidat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pasangkayu 2020, Rabu malam (28/10/2020) tepatnya di Hotel Trisakti, Jalan Fatmawati, Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar).

Salah satu panelis debat mewakili kalangan akademisi yakni, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsulbar, Dr. Burhanuddin, M.Si. Ia menjadi panelis debat putaran pertama via daring menggunakan aplikasi zoom meeting

Selain Dr. Burhanuddin, panelis debat lainnya adalah Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI, Prof. Firman Noor, MA, PhD dan Reny Sri Ayu, Jurnalis senior media nasional, KOMPAS. Dipandu oleh moderator, Dosen Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Dr. Yundini Husni Djamaluddin.

Burhanuddin mengatakan, memiliki kesan tersendiri sebagai panelis di debat Pilkada Pasangkayu ini. Menurutnya, sebagai kalangan akademisi juga harus proaktif dalam pembangunan daerah secara berkelanjutan melalui konsep pemikiran.

“Sebagai insan akademisi yang dapat memberikan konsep pemikiran yang dituangkan melalui bentuk pertanyaan kepada para calon,” ujar Burhanuddin pesan saat dikonfirmasi via whatsapp, Kamis (29/10).

Ia menambahkan, adanya sumbangsih pemikiran dari kalangan akademisi dapat dikolaborasikan dengan berbagai kebijakan yang nantinya akan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di Pasangkayu.

“Memformulasikan berbagai kebijakan, memberikan masukan kepada para calon yang berkaitan dengan visi misi dan program yang disampaikan pada saat debat,”

Anggota KPU Pasangkayu Kordinator Divis Partisipasi Masyarakat, Heriansyah mengungkapkan alasan pelibatan sejumlah kalangan termasuk akademisi Unsulbar karena ingin menampilkan debat publik yang Interaktif, bukan hanya sekedar formalitas dan informasi yang tersampaikan ke publik utuh.

Heri lantas menjelaskan, pelibatan panelis dari kalangan akademisi Unsulbar juga telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Diantaranya, panelis merupakan pakar di bidangnya, memiliki integritas, dan netral (independen). Sebab, panelis harus mampu mengarahkan jalannya debat dalam bentuk adu argumentasi, adu data, analisis masalah, adu strategi, dan adu program-program strategis.

“Dr. Burhanuddin telah melakukan riset tidak kurang dari 30 penelitian ilmu sosial. Beliau Putra asli Sulawesi Barat yang pastinya sangat paham tentang potensi, kultur dan budaya daerah ini. Terlepas dari itu, kami juga melakukan trace untuk memastikan panelis kita tidak berafiliasi,” jelas Heriansyah via whatsapp saat dikonfirmasi, Kamis (29/10).

Dalam Debat, ketiga pasangan calon memaparkan visi-misinya. Ketiga Paslon masing-masing, nomor urut 01 Muhammad Saal – Musawir Azis Isham, nomor urut 02 Abdullah Rasyid – Yusri M. Nur dan nomor urut 03 Yaumil Ambo Djiwa – Herny Agus.

Debat tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang hanya dihadiri oleh sejumlah pihak diantaranya, Ketua KPU Pasangkayu Syahran Ahmad, Ketua Bawaslu Pasangkayu Ardi Trisandi, Komsioner KPU Alamsyah, Syahrudin, Heriansyah, Harlywood Suly Junior, Dandim 1427 Pasangkayu Letkol Inf Novyaldi, Kapolres Pasangkayu AKBP Leo H Siagian, Kajari Pasangkayu Imam MS Sidabutar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Mahasiswa Teknik Unsulbar Salurkan Bantuan untuk NTT dan NTB

Foto : Penyaluran donasi di Desa Wairburak Kecamatan Adonara