Rektor Akhsan Imbau Dosen dan Mahasiswa Tidak Mudik

Rektor Akhsan Imbau Dosen dan Mahasiswa Tidak Mudik

- in Kabar Kampus
246
0

Foto : Rektor Akhsan Djalaluddin

Karakterunsulbar.com – Mulai 6 Mei 2021, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan larangan mudik melalui Surat Edaran nomor 13 Tahun 2021.

Aturan tentang peniadaan mudik hari raya Idul Fitri tahun 1442 Hijriah sebagai upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadhan.

Aturan tersebut pun telah ditindaklanjuti oleh pemerintah Kabupaten Majene melalui Surat Edaran Bupati Majene No. 550/393/2021 tentang Larangan Mudik Hari Raya Indul Fitri 1442 H hingga 17 Mei 2021 nanti.

Posko larangan mudik pun telah dibentuk di dua perbatasan Kabupaten Majene, yakni di perbatasan Polman – Majene (Lutang) dan perbatasan Majene – Mamuju (Maliaya).

Rekto Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Akhsan Djalaluddin pun menghimbau mahasiswa dan dosen serta seluruh civitas akademika Unsulbar untuk mematuhi aturan tersebut.

“Saya kira larangan mudik ini tujuannya baik agar penyebaran Covid-19 dapat diatasi dan dikendalikan,” tulisnya melalui pesan WhatsApp, (4/5).

Ia menyarankan, jika ingin berpergian atau mudik, lakukan setelah waktu larangan tersebut.

“Jika mau mudik lakukan di luar waktu larangan tersebut,” tutupnya.

Syarat Pengecualian Larangan Mudik

Meski dilarang, masyarakat yang memiliki kepentingan ke luar kota masih diperbolehkan melakukan perjalanan dengan memenuhi beberapa persyaratan ketat.

Pengecualian ini diberikan kepada layanan distribusi logistik dan keperluan mendesak seperti untuk bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan sakit atau duka, dan pelayanan ibu hamil dengan pendamping maksimal satu orang, serta pelayanan ibu bersalin dengan pendamping maksimal dua orang.

Terdapat persyaratan agar pihak yang dikecualikan bisa melakukan perjalanan, yaitu memiliki surat izin dari pimpinan instansi pekerjaan dengan khusus untuk ASN, pegawai BUMN dan BUMD, TNI dan Polri memerlukan tanda tangan dari pejabat setingkat eselon II.

Sementara pekerja sektor informal dan masyarakat yang memiliki keperluan mendesak perlu memiliki surat izin perjalanan dari pihak desa atau kelurahan sesuai dengan domisili masing-masing.

Syarat berat lainnya, masyarakat yang mendapat izin melakukan perjalanan dalam masa larangan mudik Lebaran 2021 wajib melakukan karantina mandiri selama 5×24 jam setibanya di tempat tujuan. (Sumber : tempo.co)

Dikutip dari mandarnesia.com (5/5), Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi menyampaikan, mudik lokal lebaran 1442 H dibolehkan dengan mematuhi syarat protokol kesehatan.

Mudik lokal yang dimaksud adalah perjalanan lintas kabupaten di Provinsi Sulbar atau tidak keluar dari wilayah provinsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Unsulbar Terima 1.564 Calon Mahasiswa Jalur SBMPTN, Cek Cara Registrasi Ulang

Foto : Lab Terpadu Unsulbar Penulis : Desi