Gedung Baru Diresmikan, Kuliah Tatap Muka Masih Dilema

Gedung Baru Diresmikan, Kuliah Tatap Muka Masih Dilema

- in Kabar Kampus
633
0

Sumber foto : Humas Unsulbar

Karakterunsulbar.com – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) meresmikan dua gedung baru di kampus Padhang-padhang Unsulbar, Senin, 3 Mei 2021.

Didampingi oleh Rektor Unsulbar Akhsan Djalaluddin, Gubernur Sulbar Andi Ali Baal Masdar meresmikan gedung yang ditandai penandatangan prasasti gedung hibah Pemerintah Provinsi Sulbar.

Kedua gedung tersebut yakni gedung Hibah Pemprov Sulbar dan Laboratorium Terpadu Unsulbar. Gedung Hibah Pemprov Sulbar terdiri dari 2 lantai. Tiap lantai memiliki 10 kelas dan 1 aula.

Berdasarkan data yang diperoleh karakterunsulbar.com (30/9/2020), Gedung Laboratorium Terpadu berjumlah 3 lantai, terdiri dari 15 ruangan besar, 4 ruangan kecil. 3 diantaranya adalah musala di tiap lantai. 28 toilet laki-laki dan perempuan, ruang rapat, beserta ruangan untuk lift nantinya.

Dengan diresmikannya kedua gedung tersebut, Unsulbar kini memiliki tambahan fasilitas ruangan perkuliahan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa.

Terkait kesiapan Unsulbar dalam pelaksanaan kuliah tatap muka, Rektor Akhsan mengaku masih menunggu kebijakan resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI).

Untuk saat ini, pembelajaran online masih dilakukan hingga akhir semester genap tahun ajaran 2020-2021.

Akhsan menegaskan, pelaksanaan kuliah offline akan selalu berpatokan pada kebijakan Kemendikbud, Pemprov Sulbar, dan Pemda Majene.

“Kalau kuliah offline kita selalu menunggu kebijakan Kemendikbud, Pemprov Sulbar, dan Pemda Majene,” tulisnya melalui pesan WhastApp, Selasa (4/5/2021).

Lab Terpadu Unsulbar (sumber : google.com)

Dilema Pembelajaran Tatap Muka

Kemendikbud telah menargetkan sekolah dan perkuliahan tatap muka dapat dilakukan di semester ganjil, Juli 2021 nanti dengan syarat vaksinasi Covid-19 bagi tenaga pendidik dapat diselesaikan Juni 2021 nanti.

Namun, hasil survei kompas.com pada April, menangkap dilema masyarakat terhadap kebijakan pemerintah terkait kuliah tatap muka Juli mendatang.

Respon masyarakat terbagi, antara yang masih khawatir 50,1%, dan tidak merasa khawatir 49,2%.

84,2% masyarakat menekankan syarat yang ketat vaksinasi tenaga mendidik terkait pelaksanaan pelajaran tatap muka. Sementara itu, 13,5% justru sepakat agar pemerintah menunda kebijakan tersebut.

Dengan Alasan kekhawatiran pembukaan pembelajaran tatap muka, 21,5% responden khawatir siswa atau guru dapat menjadi pembawa penyebaran Covid-19, Dan 61,9% responden khawatir resiko penyebaran Covid-19 di ruang kelas besar.

Kuliah Online

Namun di sisi lain, tidak efektifnya pembelajaran daring menjadi alasan yang menonjol masyarakat setuju pembelajaran tatap muka (36,9%).

Pembelajaran daring dapat menimbulkan dampak learning loss (hilangnya pengalaman belajar) yang semakin dalam. Pembukaan sekolah dan universitas diharapkan mencegah kerugian yang lebih besar akibat penutupannya.

Karenanya, 72,4% responden mengharapkan pelajar dan mahasiswa mendapatkan vaksinasi agar lebih terjamin kesehatannya dalam pelaksaan pembelajaran tatap muka.

Protokol Kesehatan

Infrastruktur dan prosedur standar operasi protokol kesehatan menjadi syarat mutlak jika pembelajaran tatap muka dibuka kembali.

Pengadaan masker, air bersih, tempat cuci tangan, dan cek suhu menjadi hal yang penting dipersiapkan pemerintahan.

Dari data Kemendikbud tentang kesiapan belajar menunjukkan baru 280.372 (52,44%) sekolah yang mengisi daftar kesiapan proses belajar mengajar di masa pandemi.

(Sumber : kompas.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Unsulbar Terima 1.564 Calon Mahasiswa Jalur SBMPTN, Cek Cara Registrasi Ulang

Foto : Lab Terpadu Unsulbar Penulis : Desi