Dosen Perempuan Unsulbar Raih Doktor Kakao

Dosen Perempuan Unsulbar Raih Doktor Kakao

- in Kampusiana
840
0

Dr. Rahmaniah ( ketiga dari kiri) usai mengikuti ujian akhir disertasi di Prodi Pertanian Unhas, 26/08. ( Foto : Ist )

Karakterunsulbar.com – Satu lagi dosen perempuan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) sukses meraih gelar doktor, kali ini Rahmaniah, dosen Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar menyelesaikan pendidikan doktoral dengan riset tentang Kakao.

Rahmaniah sejak Strata-1 (S-1), S-2 hingga S-3 terus konsisten meneliti pengembangan Kakao.

“Alhamdulillah atas doa dan dukungan orang tua, para dosen di Unhas, pimpinan dan rekan sejawat dosen di Unsulbar, saya bisa menuntaskan perjuangan ini,” kata Dr. Rahmaniah dengan suara terharu, Minggu, (28/08).

Ujian Akhir Desertasi Rahmaniah berlangsung Jumat, 26 Agustus 2022 di kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar. Pada ujian akhir tersebut, Rahmaniah mampu menjelaskan dengan baik disertasinya yang berjudul “Model Pasar inklusif dalam pengembangan kakao berkelanjutan di kabupaten Polewali Mandar”.

Dalam disertasinya ini, Dr. Rahmaniah memaparkan hasil risetnya tentang tantangan peningkatan kesejateraan para petani Kakao di Polewali Mandar, salah satunya adalah para petani belum mendapatkan harga jual maksimal buah kakao.

Dr. Rahmaniah menyampaikan gagasan bahwa untuk peningkatan kesejahteraan petani melalui model pasar inklusif yang secara konkret adalah dengan mendekatkan petani ke pasar.

Ia menegaskan, bila petani Kakao dapat mengakses pasar lebih mudah, lebih dekat, maka harga Kakao yang diharapkan maksimal dapat tercapai.

“Koperasi petani menjadi solusi untuk memperjuangkan kesejahteraan petani, selain soal harga kakao yang lebih kompetitif, dengan berhimpun di dalam wadah koperasi, petani akan lebih memiliki daya tawar ke industri,” jelas Dr. Rahmaniah yang meraih nilai IPK 3,95.

Lebih lanjut, Dr. Rahmaniah yang sudah belasan tahun melakukan riset tentang perkebunan Kakao menjelaskan, dalam disertasinya ini, Ia juga membahas tentang aspek sosial yakni mencegah diskriminasi gender di desa dengan pemberdayaan perempuan lebih partisipatif.

“Kakao di Polewali Mandar dengan luas lahan 48,929.50 itu telah mampu mencapai produksi 36,451.62 ton, dengan jumlah petani 46,554 kepala keluarga, ini potensi yang besar untuk terus dikembangkan salah satunya dengan model pasar inklusif itu,” ungkap doktor alumni SMA 1 Campalagian tersebut.

Civitas Unsulbar Beri Apresiasi

Sementara itu, kesuksesan Rahmaniah meraih gelar doktor di Program Studi Ilmu Pertanian Unhas Makassar mendapatkan banyak apresiasi civitas akademika Unsulbar.

di Sejumlah group WhatsApp (WA) kampus Unsulbar, puluhan dosen menyampaikan rasa bahagia dan bangga atas pencapaian Rahmaniah menyelesaian jenjang S-3 Pertanian di Unhas.

“Selamat dan sukses bu Doktor, pencapaian yang luar biasa, ini juga kebanggaan bagi kami dosen di Unsulbar, risetnya semoga mengangkat kesejateraan petani kakao,” tulis Marsudi, dosen Peternakan yang juga wakil dekan Fakultas Peternakan dan Perikanan Unsulbar.

jajaran pimpinan kampus juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Rahmaniah tersebut.

“Tentunya patut disyukuri karena bertambah lagi dosen kita yang bergelar doktor yang tentunya seara teoritis akan memperbaiki kualitas pendidikan di Unsulbar,” ungkap Wakil Rektor II Unsulbar, Anwar Sulili.

“Semoga semakin banyak lagi dosen-dosen yang mengikuti jejak doktor Rahmaniah. Mengenai peneletiannya, itu sangat bagus, dapat menjadi problem solving untuk peningkatan kesejahteraan petani,” kata Wakil Rektor I, Dr. Zulfajri Basri Hasanuddin.

Atas berbagai apresiasai dan ucapan selamat yang diterimanya, Doktor Rahmaniah menyampaikan terima kasih dan menjadi pelecut semangat untuk terus berkarya di dunia akademik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Dosen Unsulbar Latih Warga Desa Betteng Olah Nanas

Dosen Unsulbar bersama warga Desa Betteng saat Pelatihan