Dosen Unsulbar Latih Masyarakat Lingkungan Kampung Baru Kembangkan Lomo’ Mandar

Dosen Unsulbar Latih Masyarakat Lingkungan Kampung Baru Kembangkan Lomo’ Mandar

- in Kabar Kampus
128
0

Foto : Pelatihan Pengembangan Produksi dan Pemasaran Produk Digital Lokal Lomo’ Mandar

Karakterunsulbar.com – Dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang tergabung dalam tim Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan pengembangan produksi dan pemasaran produk digital lokal Lomo’ Mandar menuju produk ikonik unggulan Tanah Mandar Minggu (25/09/2022) di Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur.

Tim PKMS tersebut terdiri dari Mufti Hatur Rahmah, S.Si., M.Si sebagai ketua pelaksana, beserta anggotanya Nurhidayah, S.Pd., M.Ak dan Nuralamsah Zulkarnain, S.Kom., M.Kom.

Ketua tim PKMS, Mufti Hatur Rahmah, S.Si., M.Si menjelaskan produksi dan penjualan minyak goreng wangi mandar di Lingkungan Kampung baru tidak terlalu signifikan berkembang.

“Padahal, minyak kelapa hasil olahan masyarakat Kampung Baru memiliki keunggulan aroma yang khas,” jelas Mufti (25/09).

Selain itu, minyak yang diproduksi oleh masyarakat Kampung Baru memiliki warna dan aroma yang khas, yang merupakan suatu keunikan dan memiliki potensi ekonomi sebagai produk ikonik oleh-oleh khas Mandar.

“Karena kemasan produk yang jauh dari standar produk komersial yaitu hanya menggunakan botol bekas minuman mineral yang lusuh sehingga terkesan tidak higienis, tidak ergonomis, tidak menarik dan tidak memiliki standar baku,” tambahnya.

Pada kegiatan tersebut, Tim PKMS memberikan pelatihan terkait nilai gizi produk, menentukan harga pokok produk, pengenalan pemasaran produk secara digital dengan berbasis web mobile serta materi terkait dengan izin dagang.

Dalam hal ini, Mufti berharap dapat meningkatkan keyakinan konsumen terhadap produk UMKM Lomo’ Mandar.

Tidak hanya itu, dengan antusias masyarakat yang cukup tinggi, tim PKMS akan terus membina masyarakat sebagai peserta pelatihan dengan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap dampak yang diperoleh masyarakat.

Pengabdian tersebut juga melibatkan mahasiswa sebagai bentuk implementasi dari upaya Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi nomor 2 yaitu mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus (magang, proyek desa, dan berwirausaha), IKU nomor 7 yaitu kelas yang kolaboratif dan berbasis proyek, serta IKU nomor 3 yaitu dosen berkegiatan di luar kampus (mencari pengalaman indistri sekaligus mengalirkan ilmu yang dimiliki untuk diterapkan dalam mengatasi permasalahan masyarakat), dan IKU nomor 5 yaitu hasil kerja dosen yang digunakan oleh masyarakat.

Kepala Lingkungan Kampung Baru, Muh. Darwis dalam hal ini mengungkapkan pelatihan tersebut sangat membantu dalam hal produksi, pengelolaan serta pemasaran produk Lomo’ Mandar.

“Dengan label dan kemasan seperti ini, insyaallah pemasaran Lomo’Mandar bisa dilakukan diberbagai daerah,” jelas Darwis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Darurat Sampah, Kedaireka Matching Fund Unsulbar Adakan Pelatihan Teknik Pengelolaan Sampah

Foto : suasana pelatihan pengelolaan sampah Penulis :