karakterunsulbar.com – Fasilitas pendidikan di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) selangkah lebih maju, laboratorium Unsulbar kini dilengkapi dengan alat penelitian genomik yang salah satu fungsinya untuk tes DNA (Deoxyribo Nucleic Acid).
Tersedianya alat canggih tersebut setelah Unsulbar berhasil memperoleh bantuan dari yayasan Satria Budi Dharma Setia, sebuah yayasan yang mendapatkan dana CSR dari Panin Bank Group.
Penyerahan bantuan alat penelitian Genomik itu berlangsung aula Theather Unsulbar, Kampus Padha-Padhang, kelurahan Tande Timur, Majene, Selasa, (16/04).
Penyerahan alat laboratorium itu dirangkaikan dengan halal bihalal sivitas akademika Unsulbar 1445 H.
Hadir menyerahkan alat penelitian Genomik itu ketua Yayasan Satria Budi Dharma Setia, dr. Vincentius Simeon Weo Budhiyanto, sedangkan dari Unsulbar sebagai penerima, hadir antara lain; Rektor Prof. Muhammad Abdy, wakil rektor II Prof. Oslan Jumadi, Plt. Dekan Fakultas MIPA Musafira, M.Sc serta peneliti utama Unsulbar, Dr. Nur Indah Sari Arbit, M.Si.

dr. Vincentius menjelaskan, alat tes yang diserahkan ke Unsulbar ini memiliki kapasitas yang mampu menganalisis 4 sampel DNA manusia sekali jalan. Sedangkan untuk uji sampel tananam dan hewan lebih besar lagi kapasitasnya.
” Ini alat pertama yang kami tempatkan di Sulawesi, kita berharap selain digunakan peneliti di Unsulbar, alat juga dapat diakses, dipakai peneliti dari Universitas lain, dinas – dinas di pemerintah daerah,” kata dr. Vincentius.
lebih lanjut Ia menambahkan, selain untuk tes DNA, alat itu juga dapat berfungsi untuk pendataan varietas lokal, bibit unggul jenis tanaman dan hewan.
dr. Vincentius memastikan selain peralatan yang diserahkan saat ini, pihaknya akan mendukung kegiatan riset di Unsulbar, mulai bantuan bahan habis pakai hingga insentif bagi peneliti.
Menurutnya, nilai ekonomi yang dapat diperoleh dengan kemampuan olah data riset dalam negeri, maka data tidak perlu lagi dikirim dan diolah di luar negeri.
Ia mencontohkan, adanya data virus yang pernah diolah di luar negeri hingga pihak luar negeri yang akhirnya membuat vaksinnya.

dr. Vincentius mengungkapkan, Yayasan Satria Budi Dharma Setia yang sumber pendanaannya dari CSR Panin Bank Group membantu peralatan pendidikan Unsulbar karena secara administrasi berkas Unsulbar telah memenuhi syarat yakni selesainya Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Alat Siap, SDM Siap
Sementara itu, Rektor Prof Muhammad Abdy ditempat yang sama menyampaikan terima kasih dan apresiasi ke pihak yayasan Satria Budi Dharma Setia untuk pemajuan kualitas pendidikan khususnya di Unsulbar.
Ia memastikan alat yang diterima Unsulbar ini akan digunakan dengan sebaik -sebaiknya untuk meningkatkan kualitas riset dengan dukungan dosen peneliti yang ada di Unsulbar.
” Alat sekarang sudah siap, maka sumber daya manusia juga siap,” kata Prof Abdy.

Informasi diperoleh dari peneliti utama Unsulbar, Dr. Dr. Nur Indah Sari Arbit, M.Si, peneliti yang terhimpun dalam tim riset, Unsulbar Genomic Team berjumlah 11 orang berasal dari dosen lintas fakultas di Unsulbar antara lain; dosen Fakultas MIPA, Peternakan dan Perikanan serta dosen FKIP.
” Tentu kita sangat bersyukur dengan adanya alat canggih ini, akan sangat mensupport kami para peneliti untuk terus berkarya,” kata Dr. Nur Indah yang juga peneliti bidang Rumput Laut. (RD01)

