Perbaikan jalan di samping rektorat Unsulbar, jalur ini menuju kampus Padha-Padhang melewati kompleks perumahan. Alat berat meratakan material timbunan swadaya civitas akademika Unsulbar. (Foto : Ist )
Karakterunsulbar.com – Kerusakan jalan penghubung ke Unsulbar kampus Padha – Pahdang, kelurahan Tande Timur terus menjadi perhatian berbagai pihak.
Civitas akademika Unsulbar proaktif memperbaiki dengan menimbun jalan yang rusak.
Warga setempat meminta pemda sebagai pemilik jalan segera membenahi drainase yang menjadi penyebab utama jalan rusak.
Perbaikan jalan rusak menuju kampus Unsulbar kembali berlangsung, kali ini civitas akademika secara swadaya menimbun salah satu titik terparah kerusakan jalan yang berada di samping rektorat.
Terdapat sejumlah jalur menuju kampus Padha-Padhang, Tande Timur.
Akses itu antara lain, jalur samping rektorat yang melewati kompleks BTN Permatasi Sari.
Jalur lain yang juga ramai dilewati dosen dan mahasiswa yakni jalur Tunda’, yakni dari tengah kota Majene melewati eks TPA dan depan Rusun Unsulbar Padha-Padhang.
Jalur lainnya yakni dari jalan poros Polewali – Majene lalu masuk dari lingkungan Salabulo.
Plt. Wakil Rektor I bidang Akademik, Prof. Tasrief Surungan kepada jurnalis Karakterunsulbar.com, Vinolia menjelaskan, penimbunan jalan kembali berlangsung sejak Sabtu, 2 Agustus 2025 di titik jalur samping Rektorat – BTN Permata Sari – Unsulbar.
Sebelumnya, civitas akademika Unsulbar juga melakukan penimbunan jalan rusak samping rektorat tersebut 22 Juli 2025.
” Kali ini empat truk material kita gunakan untuk menimbun jalan rusak, yang kemudian diratakan dengan alat berat,” ungkap prof. Tasrief Minggu, 3/8/2025.
Untuk dana penimbunan jalan rusak tersebut, Plt. WR 1 menjelaskan, selain dari anggaran pribadinya, dana juga hasil urunan dari sejumlah dosen dan staf tenaga akademik Unsulbar.
” Kita juga sudah buka rekening untuk menampung dana dari para pihak yang ingin membantu perbaikan jalan,” tambah Prof. Tasrief.
Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa untuk saluran drainase pihaknya telah merencanakan membangun saluran air di depan fakultas Ilmu Kesehatan. Unsulbar juga telah membentuk tim ahli terkait perbaikan jalan.
” Telah terbentuk tim di Unsulbar bidang Teknik Sipil Hydrologi,” ungkap Prof. Tasrief.
Ia mengatakan perbaikan jalan menjadi perhatian serius, selain karena sudah lama menjadi keluhan civitas akademika, juga karena dalam waktu dekat akan digelar kegiatan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) Unsulbar 2025.
Pada kegiatan tersebut, Gubernur Sulbar, Suhardi Duka diagendakan hadir menyampaikan orasi ilmiah.
Eksternal
Selain civitas akademika Unsulbar, aksi swadaya memperbaiki jalan sebelumnya ditunjukkan pihak eksternal kampus.
Pada Mei 2025, sejumlah tukang ojek On-line (ojol) di Majene juga turun tangan memperbaiki jalan ke kampus Unsulbar.
Para tukang ojek mengaku tergerak memperbaiki jalan karena prihatin atas keluhan jalan rusak dari dosen dan mahasiswa yang juga menjadi konsumen Ojol.

Para pengemudi tranportasi itu kemudian berinisiatif untuk bersama – sama membenahi sejumlah titik jalan beton menuju kampus yang rusak pada Senin, 12 Mei 2025.
” Sekitar 15 orang driver Ojol yang turun (kerja bakti,-), kami juga dapat sumbangan semen dari dosen,” ungkap Iwan.
Baca juga : Inisiatif Lahirkan Inspirasi, Driver Ojol Perbaiki Jalan Rusak Ke Kampus
Drainase
Warga yang menjadi penduduk di daerah Talumung, Kawasan rektorat Unsulbar mengatakan, salah satu penyebab utama kerusakan jalan menuju BTN Permata Sari dan Kampus Padha-Padhang adalah buruknya drainase.

” Perbaikan drainase adalah juga hal yang sangat penting, ketiadaan drainase menyebabkan saat turun hujan, air bercampur lumpur masuk ke (badan,-) jalan ,” kata Kelapa Lingkungan Talumung, Rahman.
Pemerintah kabupaten sebagai pemilik jalan diminta segera memperbaiki saluran air, drainase yang selama ini menjadi penyebab air masuk ke badan jalan.
Selain air hujan yang merusak jalan, buruknya saluran air juga menyebabkan air limbah rumah tangga juga masuk ke badan jalan. (VIN/RD01)

