Siswa SMAN 1 Mamasa mengikuti simulasi pembelajaran Fisika dengan memadukan permainan rakyat dengan media digital, kegiatan ini adalah PKM Prodi Pendidikan Fisika Unsulbar, (foto : PKM Prodi Fisika)
Karakterunsulbar.com – Progam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Fisika Unsulbar berupa inovasi pembelajaran dengan media digital permainan rakyat mendapat apresiasi berbagai pihak dari sekolah dan guru di Mamasa.
Guru menilai program PKM tersebut sangat bermanfaat dalam mendorong minat siswa terhadap mata pelajaran Fisika.
Dalam siaran pers yang diterima karakterunsulbar.com, Jumat, 29/8/2025 dari pelaksana PKM Prodi Fisika, lokasi pelaksanaan PKM Invoasi pembelajaran Fisika ini adalah di SMA Negeri 1 Mamasa, kegitan tersebut berlangsung awal Agutus 2025.
Selain melibatkan dosen, PKM ini juga melibatkan sejumlah mahasiswa Prodi Pendiidkan Fisika Unsulbar.
Wakil Kepala SMAN 1 Mamasa, Dr. Jonisius mengapresiasi inisiatif tim PKM Prodi Fisika Unsulbar karena dinilai dapat mendorong minat siswa terhadap mata pelajaran Fisika.
Dr. Jonisius berharap metode pembejaran yang digagas dosen Pendidikan Fisika Unsulbar dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru di SMAN 1 Mamasa untuk ikut terus berinovasi dalam metode pembelajaran.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Tim Pengabdian dari Universitas Sulawesi Barat. Inovasi ini sangat penting untuk meningkatkan minat belajar siswa, khususnya pada pelajaran Fisika. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” kata Dr. Jonisius.

Fisika Dekat Kita
Dosen Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsulbar, Dewi Sartika, M.Pd menjelaskan kegiatan PKM dengan tema inovasi pembelajaran Fisika dengan memadukan media digital dengan permainan rakyat terus mendorong perubahan pola pikir dan pandangan siswa bahwa mata pelajaran Fisika adalah sulit dan membosankan.
Menurut Dewi, dengan tagline Fisika Dekat, pihaknya merancang metode permainan rakyat dan media digital seperti itu untuk menghadirkan pelajaran Fisika yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
” Program PKM ini kita rancang untuk menghadirkan model pembelajaran agar Fisika ini lebih menarik, kami para dosen di Prodi Fisika memadukan permainan rakyat yang disukai anak – anak dengan media digital,” ungkap Dewi.
Pada kegiatan PKM di Mamasa itu, kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh anggota tim, Dewi Sartika, M.Pd., yang menjelaskan konsep momentum dan impuls menggunakan simulasi permainan tradisional Mamasa yang dibuat dengan media pembelajaran interaktif berbasis Scratch.
Dewi menjelaskan bahwa penggunaan media digital ini membantu siswa memvisualisasikan teori dengan lebih jelas, mengaitkan teori Fisika dengan aplikasi nyata dalam budaya mereka.
Selanjutnya, Ketua Tim Pengabdian, Nursakinah Annisa Lutfin, M.Si., mendemonstrasikan beberapa permainan tradisional Mamasa di hadapan para siswa.
Permainan ini dipilih karena secara nyata mempraktikkan konsep tumbukan yang baru saja dijelaskan. Setelah demonstrasi, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mempraktikkan berbagai permainan tradisional tersebut secara langsung.
Lato – Lato
Pada kegiatan simulasi, siswa yang terbagi dalam tim diminta untuk mengamati dan menganalisis konsep tumbukan yang terjadi selama permainan.
Selanjutnya mereka mempresentasikan hasil pengamatan dan analisisnya di depan kelas.
” Pendekatan ini disambut dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Mereka terlihat sangat aktif dan bersemangat dalam setiap sesi,” kata Annisa.

Di sesi berikutnya, anggota tim Aulia Rahmadhani, M.Pd., menjelaskan tata cara pembuatan media pembelajaran berbasis Scratch.
Langkah ini bertujuan untuk memberdayakan siswa agar mereka bisa menciptakan simulasi Fisika sederhana mereka sendiri di masa depan.
Tim pengabdian juga diperkuat oleh kontribusi mahasiswa Mutmainnah Badu, Muhammad Sahrul, dan Aulia Nadratan Naim.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Fisika tidak hanya ada di buku, melainkan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, bahkan dalam permainan yang sudah menjadi bagian dari budaya lokal seperti Kato’-katto’, Bois, Tembak-tembak, dan Bikkel,” ujar Nursakinah.
Prodi Pendidikan Fisika menyatakan akan terus melakukan kajian untuk melahirkan inovasi pembelajaran agar mata pelajaran Fisika yang sangat bermanfaat bagi kehidupan dapat semakin diminati para siswa. (rls)

