Limbah Ternak Jadi Cuan : Dosen Unsulbar Dorong Sistem Zero Waste Farming

Limbah Ternak Jadi Cuan : Dosen Unsulbar Dorong Sistem Zero Waste Farming

- in Berita, Kabar Kampus
231
0

Suasana Peternakan Sapi. Dosen Unsulbar menggelar PkM mengolah limbah peternakan dengan sistem Zero Waste Farming. (Foto : Int)  

karakterunsulbar.com – Tim dosen dari Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan Pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertajuk “ Peningkatan Pendapatan dan Kesehatan Ternak melalui Pengembangan Sistem Zero Waste Farming pada Usaha Ternak Berbasis Teknologi Pakan dan Pengolahan Limbah.”
Peternak di Majene mendapatkan pelatihan pembuatan pakan fermentasi, pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik, serta pelatihan manajemen usaha dan pencatatan keuangan sederhana.

Ketua pelaksana kegiatan, drh. Suriansyah, M.Si, Kamis, 16/10/2025 menjelaskan Zero waste farming atau pertanian tanpa limbah merupakan sistem pertanian yang menerapkan prinsip minimasi, daur ulang, dan pemanfaatan semua produk sampingan serta limbah untuk menciptakan siklus produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

” Limbah kotoran ternak yang selama ini dianggap masalah dapat diolah menjadi pupuk organik, biogas, dan pakan fermentasi. Dengan demikian, kesehatan ternak meningkat, lingkungan kandang lebih bersih, dan pendapatan peternak ikut naik,” jelas drh. Suryansyah.

drh. Suryansyah (kiri) tengah memberikan pelatihan pakan fermentasi. (dok. tim PkM)

PkM Pengembangan Sistem Zero Waste Farming yang merupakan Program Hibah DIPA Unsulbar Tahun 2025 itu berlangsung sejak Agustus 2025 di Lingkungan Leppe Barat, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene.

Untuk mendorong terwujudnya konsep pertanian Sistem Zero Waste Farming pada Usaha Ternak Berbasis Teknologi Pakan dan Pengolahan Limbah, tim PkM melakukan sejumlah kegiatan, antara lain; pelatihan pembuatan pakan fermentasi dan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik.

Disamping Pelatihan, tim PkM juga memperkenalkan alat teknologi tepat guna terkait pengolahan limbah.
Alat yang diperkenalkan ke peternak itu adalah :
Alat Pengolah Limbah Ternak dan Alat Pencetak Pakan Ternak.

Alat Pengolah Limbah Ternak berbentuk silinder horizontal berbahan stainless steel dengan sistem pemutar manual yang berfungsi mengolah kotoran menjadi pupuk organik dan pakan fermentasi; sementara Alat Pencetak Pakan Ternak digunakan untuk mencetak adonan fermentasi menjadi pelet padat dan seragam agar lebih awet dan efisien diberikan kepada ternak.

” Limbah diolah agar menjadi sumber lain pendapatan peternak, jadi kami juga melatih manajemen usaha dan pencatatan keuangan sederhana,” ungkap drh. Suryansyah.

Apresiasi

Secara terpisah, pemerintah kelurahan Lembang memberi apresiasi atas kegiatan PkM dosen Peternakan Unsulbar yang dinilai positif dalam meningkatkan produktifitas peternak.
Dalam peluncuran kegiatan, Kepala Kepala Kelurahan Lembang, Idham menyebut kegiatan dosen Peternakan itu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Program ini sangat membantu warga kami, khususnya kelompok ternak di Leppe Barat. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan dari Unsulbar, peternak kini lebih memahami bahwa limbah bukan lagi masalah, tetapi peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Anggota Tim PkM, Marsudi M.Si, menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi model percontohan pengembangan peternakan berkelanjutan di wilayah Sulawesi Barat. “Dengan teknologi sederhana dan semangat kolaborasi, kami berharap sistem Zero Waste Farming dapat diterapkan oleh lebih banyak kelompok ternak di masa mendatang,” terangnya. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar : Lima Bakal Calon Bersaing

Sekretariat Panitia Pemilihan Dekan (Pildek) FKIP Unsulbar. (Foto