Pelatihan pengolahan lmbah Pertanian dan Perikanan sebagai Bahan Pakan Lokal, ( Foto : Ist)
karakterunsulbar.com – Tim dosen Fakultas Peternakan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian peternak lokal.
Melalui kegiatan pengabdian “Inovasi Permen Pakan Kambing Berbasis Limbah Pertanian dan Perikanan sebagai Bahan Pakan Lokal dan Berkelanjutan”, para dosen Unsulbar memperkenalkan teknologi pakan alternatif ramah lingkungan kepada peternak muda di Majene.
Kegiatan yang diketuai oleh Adli Putra Ermanda, M.Pt. dengan anggota Andi Sukma Indah, M.Si. ini dilaksanakan bersama mitra Kelompok Tani Ternak Milenial (KATEME). Pengabdian berlangsung pada 10 September 2025.
Pengenalan pembuatan Permen Pakan Kambing itu diikuti para peternak kambing yang tergabung dalam kelompok tersebut.
Dalam kegiatan ini, tim pengabdian memperkenalkan inovasi “permen pakan kambing” yang dibuat dari bahan limbah pertanian dan perikanan.
” Inovasi ini menjadi solusi bagi peternak dalam menghadapi tingginya harga pakan komersial sekaligus sebagai upaya mengurangi limbah organik yang kerap belum termanfaatkan secara optimal,” ungkap Adli yang juga dosen Fakultas Peternakan dan Perikanan ( Fapetkan ) Unsulbar.

Ia menguaraikan, ide pembuatan permen pakan ini berangkat dari kebutuhan lapangan.
Menurutnya, selama ini peternak sering kesulitan mendapatkan pakan berkualitas dengan harga terjangkau. Padahal, di sekitar kita banyak limbah pertanian dan perikanan yang kaya nutrisi dan bisa diolah menjadi pakan alternatif.
” Melalui inovasi ini, kami ingin menghadirkan solusi yang ekonomis sekaligus ramah lingkungan,” ungkapnya.
Proses kegiatan meliputi pelatihan formulasi bahan pakan, teknik pengolahan limbah menjadi permen pakan, hingga praktik langsung pembuatan dan uji coba pada ternak kambing.
Para peternak anggota Kelompok Tani Ternak Milenial (KATEME) tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama ketika mencoba mencetak permen pakan hasil olahan mereka sendiri.
Andi Sukma Indah, selaku anggota tim pelaksana, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan antara kampus dan masyarakat.
“Kami berharap inovasi ini tidak berhenti di pelatihan, tetapi bisa menjadi kebiasaan baru bagi peternak untuk memanfaatkan potensi lokal yang selama ini terabaikan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kelompok Tani Ternak Milenial (KATEME) diharapkan mampu memproduksi pakan alternatif secara mandiri, mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan, serta meningkatkan efisiensi usaha peternakan kambing di wilayah Majene.
Program pengabdian yang didanai oleh DIPA Unsulbar ini sekaligus menegaskan komitmen Unsulbar untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan peternakan berkelanjutan berbasis potensi lokal. (Rls)

