Keterangan Foto : Syarifuddin tengah berjualan bakso di halaman kampus Fakultas ISIP Agustus 2023. Syarif “mahasiswa tukang bakso” ini berhasil meraih sarjana setelah lulus ujian skripsi 29 September 2023. ( Foto : Ist )
karakterunsulbar.com – “Dimana Kemauan, Disitu Ada Jalan”, motto hidup inilah yang dipegang kuat Syarifuddin, mahasiswa Universitas Sulawesi Barat yang bekerja sebagai tukang bakso akhirnya sukses menyelesaikan kuliahnya, menjadi sarjana.
Perjuangannya berjualan bakso untuk membiayai kuliahnya mengharukan dan menjadi inspirasi.
Syarifuddin atau lebih akrab dipanggil Syarif merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Program Studi Ilmu Hukum angkatan 2019.
Syarif pada, Jumat, 29 September 2023 telah mengikuti ujian seminar tutup skripsi.
” Mahasiswa atas nama Syarifuddin itu sudah selesai ujian tutup, lulus dengan sangat baik,” kata Ketua Program Studi Ilmu Hukum FISIP, Asrullah, MH, Rabu (04/10).

Dihadapan para pengujinya antara lain, Eka Dewi Kartika, MH, Akdiari Harfa, MH, Sulaeman, MH serta Asrullah MH, Syarif mampu mempertahankan dengan baik hasil penelitian skripsinya berjudul ” Analisis Tindak Pidana Eksploitasi Anak Pada Sektor Ekonomi dalam persfektif UU 35/2014 tentang Perlidungan Anak”.
Jual Bakso
Syarifuddin menceritakan berjualan bakso dijalaninya sejak setahun terakhir, sebelumnya Ia bekerja di tempat pencucian mobil.
Setiap hari, selepas Dhuhur, dibawah paparan sinar matahari yang terik, Syarif dengan penuh semangat mulai berkeliling berjualan bakso.
Gerobak bakso yang berisi air kuah, mie, sambal, kecap dibawa dengan motor berkeliling.
Syarif mengatakan tidak ada waktu yang pasti durasi waktu berjualan, sangat tergantung pada larisnya jualan bakso. Menurutnya, umumnya berjualan bakso hingga malam hari sekitar jam 21:00 Wita.
” Penghasilan saya dari jualan bakso ini dengan sistem bagi hasil dengan bos, saya dapat 20 Persen. ” ungkap Syarif yang merupakan alumni SMA 8 Enrekang, Sulawesi Selatan.

Ia mengungkapkan, hasil penjualan tiap hari berfluktuatif, kalau misalnya lagi ramai, penjualan bisa mencapai 500 ribu perhari. Jumlah itu yang kemudian dihitung untuk kemudian Syarif mendapat komisi.
Perjuangan untuk sarjana
Lebih lanjut Syarif mengatakan, berjualan bakso dijalaninya dengan penuh semangat, tanpa gengsi sedikipun, karena Ia sudah bertekad harus sukses menyelesaikan kuliah.
Salah satu titik lokasi penjualannya adalah kampus Unsulbar, pelanggannya adalah rekannya sesama mahasiswa, dosen dan para staf.
Menurutnya, tantangan yang dihadapinya adalah membagi waktu, antara berjualan bakso dan kuliah, menyelesaikan skripsi.
Namun dengan motivasi yang tinggi menyelesaikan kuliah, tantangan membagi waktu itu mampu dijalani dengan baik, pagi hingga siang, Ia fokuskan meneliti, menyusun skripsi, beranjak siang, Ia berjuang berjualan bakso.
” Saya anak pertama dari tiga bersaudara, tekad saya, harus sukses karena menjadi harapan besar orang tua yang petani, Alhamdulillah dari jualan bakso ini, saya bisa biayai penyelesaian kuliah,” kata Syarif.

Foto : Syarif sebelum ujian skripsi (ketiga dari kanan)
Setelah dipastikan lulus ujian skripsi, meraih gelar sarjana, Syarif bercita – cita untuk melanjutkan kuliah ke strata dua (S-2). Menurutnya dengan kuliah pasca sarjana, akan memperoleh kedalaman ilmu pengetahuan, dan kesempatan untuk sukses lebih terbuka.
” Saat ini saya mulai mencari informasi beasiswa, semoga bisa lanjut ke S-2,” katanya dengan penuh optimisme.
Inspirasi
Ketua program Studi Asrullah, MH mengaku ikut terharu dan bangga atas kisah perjuangan Syarifuddin bekerja penuh semangat, berjualan bakso untuk menyelesaikan kuliah.
Menurutnya, Syarif layak jadi inspirasi, karena sejak awal masuk kuliah semester I, Syarif rajin kuliah, aktif mengerjakan tugas, menjaga sopan santun dan selalu meraih nilai yang baik.
” Perjuangannya layak jadi inspirasi, contoh bagus bagi yang lain, yang mungkin juga menghadapi tantangan, jangan putus asa, akan selalu ada jalan bagi yang ingin meraih cita – cita,” kata Asrullah, MH.

Wakil Dekan FISIP, Muhammad, M.Si juga merasa terharu atas kisah Syarifuddin tersebut, menurutnya, Syarif berjuang mengatasi kesulitan biaya kuliah dengan berjualan bakso menunjukkan tekad dan semangat yang luar biasa.
” Allah SWT dalam Al Quran sudah memberikan pesan melalui firman-Nya, bahwa sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Bahwa dalam hidup ini pasti kita suatu saat akan mengalami kesulitan, jangan putus asa, tetap semangat menggapai cita – cita,” kata Muhammad, M.Si.
Setelah menyelesaikan kuliah, Syarifuddin kini kembali melanjutkan berjualan bakso, sambil terus berjuang mencari peluang mendapatkan beasiswa ke pasca sarjana. (RD01)

