Upaya pemulihan terumbu karang terus menjadi perhatian banyak pihak, kali ini mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Peternakan Unsulbar melakukan aksi pemulihan terumbu karang.
Memulai aksi tersebut, mahasiswa Budi Daya Perairan menggelar transplantasi karang di perairan Dato’, kecamatan Banggae Majene.
Aksi yang berjalan sejak 23 April 2016 tersebut merupakan salah satu upaya untuk melestarikan atau merehabilitasi terumbu karang.
pada acara perdana tersebut selain dihadiri para mahasiswa, tampak hadir juga dekan Fakultas Perikanan dan Peternakan, Dr. Muhammad Salmin, kepala biro Akademik Latif Dollah serta sejumlah dosen Fakultas Perikanan dan Peternakan.
Menurut salah seorang dosen Fak. Perikanan dan Peternakan Unsulbar, Marsudi, kegiatan transplantasi karang tersebut selain sebagai bagian dari praktek mata kuliah, juga menjadi wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya pengabdian kepada masyarakat.
” Dato’ ini pantai wisata yang sejak lama sudah terkenal, salah satunya adalah pesona bawah laut, dengan rehabilitasi karang ini, keindahan bawah laut di Dato kita berharap akan terus lestari, apalagi terumbu karang juga merupakan bagian terpenting dalam eksosistem di perairan,” kata Marsudi.
Reporter KARAKTER, Sumitro ( Ilmu Politik 2014 ) melaporkan kegiatan perdana tranplantasi karang berlangsung semarak, para mahasiswa dan dosen berbaur bekerja sama dalam proses tranplantasi.
Dekan Dr. Muhammad Salmin juga tampak ikut serta ke tengah laut dalam proses tranplantasi.
Transplantasi terumbu karang sendiri mempunyai pengertian sebagai salah satu teknik pelestarian (rehabilitasi) terumbu karang yang semakin terdegradasi dengan teknik pencangkokan. Tujuan Transplantasi pada dasarnya adalah untuk pelestarian ekosistem terumbu karang.
Transplantasi terumbu karang berperan dalam mempercepat regenerasi terumbu karang yang telah rusak. Atau untuk membangun daerah terumbu karang yang baru yang sebelumnya tidak ada. ( Sumitro/ farhan )

