Puisi – Tentang Patahan yang Berangsur Pulih

Puisi – Tentang Patahan yang Berangsur Pulih

- in Sastra
3001
0

Puisi oleh : Nurkhalisah (Pendidikan Fisika, 2016)

Kita adalah sekelumit cerita
Yang telah tiada
Atau lebih tepatnya masa lalu
Yang tak pernah diingini untuk kembali

Aku pernah menjadi perempuan kuat Yang melewati batasan langit
Demi mempersembahkan udara padamu
Yang kelak akan kita hirup
Bersama dengan degupan detak yang beriringan

Namun nyatanya kau telah berhianat bukan?
Semuanya berakhir dengan luka yang sialnya hanya aku yang merasakannya
Dari sepersekian detik, menit dan waktu yang telah berlalu
Aku memutuskan untuk tidak bermuara denganmu
Yang pernah melangit pada Tuhanku
 
Kamupun tak akan mengerti bahwa menjadi pribadi yang mudah melupakan
Segala perihal impian yang tertinggal tidaklah mudah
Apalagi dengan rasa sakit yang melilit
Akan itikad untuk bangkit
Sungguh itu bukan kemahiranku.

Dengarkan, dulu kau memang adalah muara bahagiaku
Pun aku tak munafik
Bahwa kau memang pernah bertuan pada penyemogaan
Iya, itu dulu….
Saat kau masih berpegang teguh atas pernyataanmu
Bahwa kau takkan meninggalkanku

Seperi kilatnya ceria yang kudapat sesinggkat itu pula kisah yang mampu kudapat.

Dengan umur diatas dua puluh Kurasa kau juga semakin dewasa perihal itu semua Lihatlah caraku mencintai
Akuilah bahwa inilah cara yang luar biasa Sayangnya nafsu belaka mengalahkan logika seorang pria

Sosokmu akan menajadi prosa yang kubuat dengan hati
Hingga tiba saat aku membaca kembali rangkaian ini
Ditemani secangkir teh dipagi hari
Aku akan tersenyum dan mengatakan
Kau salah telah meninggalkanku

Tuan, jika suatu hari nanti sang waktu mempertemukan kita
Untuk besimpangan dipenghujung jalan
Aku akan berteriak dengan lantang
Bahwa aku sudah baik-baik saja
Setelah terlepas dari jeratan kepalsuamu.
Sebab tak akan ada lagi lelaki yang menawarkan kebahagiaan semu atau bersandiwara
Tentang sebuah masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Puisi: Terima Kasih Eyang Habibie

Foto: BJ Habibie Terima Kasih Eyang Habibie Oleh: