Ular Phyton Memangsa manusia, Pakar Biologi Unsulbar Beri Analisa

Ular Phyton Memangsa manusia, Pakar Biologi Unsulbar Beri Analisa

- in Berita
1343
0
Seorang petani di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat awal pekan ini tewas dimangsa ular Phyton.
Petani tersebut ditelan ular Phyton saat berada di kebun sawit memanen buah, di desa Salubiro, kecamatan Karossa. 
Kejadian itu menjadi viral beberapa hari terakhir, bahkan menjadi perhatian media dalam dan luar negeri.
 
Dosen Biologi Universitas Sulawesi Barat ( Unsulbar ), Sari Rahayu Rahman memberi perhatian atas kejadian langka tersebut.
Menurut magister ilmu Biologi ini, penyebab utama ular Phyton mendekati permukiman warga, berkeliaran di  perkebunan kelapa sawit karena rusaknya ekosistem di daerah itu.
 
” Proses rantai makanan terganggu, di hutan ular semakin sulit memperoleh makanan, itu sebabnya ular keluar mencari makanan dan akhirnya memangsa manusia,” kata Sari Rahayu yang juga ketua Program Studi Pendidikan Biologi Unsulbar.
 
Lebih lanjut, Sari Rahayu menjelaskan kerusakan ekosistem di kawasan tersebut menyebabkan binatang yang makanan ular selama ini seperti rusa, babi juga sudah hilang, 
 
” Ketika hutan dieksploitasi secara berlebihan, itu akan merusak keseimbangan lingkungan, makanan ular selama ini juga menghilang dari hutan, sehingga ular yang kelaparan akan mencari makananan,” tambah Sari Rahayu.
Ia menambahkan, ular Phyton termasuk hewan Predator yakni binatang yang berburu dan memangsa binatang lain.
 
Senada dengan Sari Rahayu, dosen Ilmu Peternakan Unsulbar, Marsudi Makmur menjelaskan rusaknya ekosistem ditandai dengan tidak berjalannya secara normal rantai makanan.
Foto : Sari Rahayu Rahman ( Tengah ), Marsudi Makmur ( kedua dari Kiri ).
 
Dikutip dari website wikipedia, rantai makanan adalah perpindahan energi makanan dari sumber daya tumbuhan melalui seri organisme atau melalui jenjang makan. Rantai makanan merupakan bagian dari jaring-jaring makanan, di mana rantai makanan bergerak secara linear dari produsen ke konsumen teratas. 
Menurut Marsudi, ular Phyton mempunyai habitat atau tempat hidup yg berbeda dg manusia,  ular akan keluar dari habitatnya apabila lingkungan hidupnya sudah rusak dan makanan yg tersedia di alam semakin berkurang bahkan habis.
 
” Kuncinya adalah hutan yg semakin gundul dan rantai makanan yg tersedia di alam terputus  sehingga memaksa binatang buas keluar dari hutan untuk mencari makanan di kebun – kebun bahkan di permukiman,” tambah Marsudi. (RD01) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Mahasiswa Kesulitan Lahan Praktek, Ajbar DPR : Perhutanan Sosial Dapat Menjadi Solusi

Mahasiswa Fapetkan Unsulbar  didampingi Dosen saat melalukan praktikum mata