Kotoran Kambing Menjadi Sumber Energi Alternatif, Arang Briket

Kotoran Kambing Menjadi Sumber Energi Alternatif, Arang Briket

- in Citizen, Kabar Kampus
4813
0

Penulis :
Sulmiyati, S.Pt., MP
(Dosen Peternakan Universitas Sulawesi Barat)

karakterunsulbar.com– Ternak kambing merupakan ternak yang menjadi komoditas unggulan di Sulawesi Barat. Berdasarkan data BPS (2016), populasi ternak kambing di Sulawesi Barat ±225.766 ekor.

Ternak kambing memiliki banyak potensi untuk dikembangkan di Sulawesi Barat, potensi dilihat mulai dari produksi daging sampai dengan kotoran ternak. Kotoran ternak yang dikeluarkan sebagai feses sebanyak 0,5-1 kg/ekor/hari, sehingga jika tidak dimanfaatkan atau diolah berdampak penumpukan kotoran ternak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Secara umum, kotoran ternak belum maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat peternak, saat ini mayoritas kotoran ternak diolah menjadi pupuk kompos, pupuk cair, padahal kotoran ternak jika diolah semaksimal mungkin dapat bernilai ekonomis dengan menjadisumber energi alternatif yakni Briket,

Pemanfaatan kotoran ternak menjadi briket merupakan teknologi yang mudah, efisien, proses pembuatan sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya produksi yang tinggi.

Briket bioarang adalah arang (salah satu jenis bahan bakar,-) yang dibuat dengan menggunakan bahan hayati atau biomassa, misalnya kayu, ranting, daun-daunan, rumput, jerami dan limbah pertanian lainnya seperti tempurung kelapa, cangkang kemiri, sekam, arang kayu dengan tujuan untuk sebagai bahan bakar.

Berdasarkan dasar permasalahan tersebut dan diskusi dengan mitra dalam hal ini Kelompok Tani Siamasei dan Kelompok Tani Sanggar Siarira maka kegiatan pengabdian dilaksanakan dimulai dengan beberapa kegiatan yaitu tahap pemberian pengetahuan melalui penyuluhan yang dilaksanakan di desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar.

Acara yang berlangsung 13-14 Mei 2017 dengan judul kegiatan IbM : ” Implementasi Pengolahan Limbah Peternakan menjadi Briket Bio-Arang di Kelompok Tani di Kabupaten Polewali Mandar”. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dosen Peternakan Universitas Sulawesi Barat masing – masing, Penulis dan drh. Nur Saidah Said, M.Si.

Kemudian tahap selanjutnya tahap demonstrasi yaitu tahap untuk mempraktekkan secara langsung proses pengolahan briket berbahan dasar kotoran kambing dan cangkang kemiri.

Diharapkan pemanfaatan limbah kotoran ternak Kambing dapat bernilai ekonomis dan dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan masyarakat yang secara tidak langsung sebagai lahan usaha bagi masyarakat sehingga dapat dijadikan penopang pendapatan masyarakat, serta mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak yang masih kerap terjadi.

Kepada masyarakat peternak Kambing, Penulis memberikan gambaran nilai ekonomis dari briket sebagia berikut,
Kotoran kambing jika dijual tanpa diolah hanya dapat dihargai sekitar Rp 150-250/kg, nilainya sangat rendah.
Namun bila kotoran ternak Kambing diolah menjadi Arang Briket, harganya bisa mencapai rata – rata Rp. 30.000-40.000/kg.

Selain itu proses pengolahan yang sangat mudah, bahan yang dibutuhkan juga mudah diperoleh yaitu kotoran ternak dan bahan perekat.
Pengolahan kotoran ternak menjadi briket yang diajarkan kepada peternak merupakan modifikasi dengan penambahan limbah pertanian seperti cangkang kemiri, tempurung kelapa.

Cangkang kemiri dan tempurung kelapa banyak terdapat di Sulawesi Barat dimana notabennya Sulawesi Barat penghasil tanaman kemiri dan kelapa sehingga akan menghasilkan limbah pertanian seperti cangkang kemiri dan tempurung kelapa.

Cangkang Kemiri jika diolah dalam bentuk arang hanya di harga Rp 1.500/kg sedangkan tempurung Kelapa hanya dihargai Rp. 4.000/kg,  tetapi jika diolah menjadi briket ini dapat bernilai lebih tinggi.

Penulis bersama drh. Nursaida Said, M.Si akan terus mendampingi masyarakat peternak mengolah kotaran ternak, limbah kemiri dan kelapa menjadi Arang Briket dengan harapan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desa. (RD01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Menangkan Pemilihan, Paslon 02 Siap Eratkan Solidaritas Mahasiswa Hukum

Foto: Paslon 02 (Fitriani K – Ma’ruf) Laporan