Oase Di Popoongan, Harapan Bersemayam di Bala-Balakang

Oase Di Popoongan, Harapan Bersemayam di Bala-Balakang

- in Citizen, Kampusiana
1178
0
Pulau Popoongan, Mamuju, Sulbar. ( Foto : Wawan )
Wawan Firgiawan ( Teknik 2015 )

Karakterunsulbar.com (Mamuju) – “Mengabdi di pulau indah adalah gambaran dari perjalan saya di pulau Popoongan kabupaten Mamuju,

Ini adalah pengalaman kedua saya untuk mengikuti Ekspedisi Nusantara Jaya ( ENJ). Tahun sebelumnya saya dipercaya untuk menjadi salah satu peserta dalam kegiatan Ekspedisi Nusantara Jaya 2016, saat itu ditempatkan di Pangkep, Sulawesi Selatan.

Alhamdulillah tahun 2017 kesempatan tersebut masih saya dapat bersama ratusan teman lainnya dari berbagai daerah Indonesia.

Ada yang menanyakan apa itu ENJ? Mungkin kalian bisa cari tau sendiri di website dan media-media sosial lainnya. Karena Kali ini, aku hanya ingin menceritakan pengalaman saya dalam mengikuti Ekspedisi Nusantara Jaya 2017 di Desa Popoongan, Kecamatan Bala-balakang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Saya sungguh senang, pulau yang jadi lokasi Ekspedisi adalah pulau yang masih indah alami, dengan laut yang jernih mempesona.

Cerita ini bermula pada saat ditetapkannya 23 pemuda yang dipilih oleh Kemenko Kemaritiman menjadi tim ENJ rute Sulawesi Barat. Yang dimana kami sebelumnya tidak pernah dipertemukan dalam satu kegiatan yang sama namun karena ENJ 2017 ini kami bisa bersama dan belajar satu sama lain.

Petualangan kami dimulai sejak keberangkatan kami di mamuju, disambut dan dilepaskan secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar.
Saya sangat bersyukur hari itu karena dapat dipertemukan dengan orang nomor 1 Sulawesi Barat.
Gubernur ABM melepas kami untuk mengikuti ENJ 21 – 30 September 2017.

Hari itu adalah hari yang bersejarah buat saya pribadi, dimana pada perjalanan kami mengarungi lautan Indonesia yang terkenal akan keganasannya. Namun pada saat itu kami terasa sangat beruntung dapat berlayar dengan deburan ombak yang seringkali membelokkan arah dari perahu yang kami pakai, maklum karena kapasitas dari perahu tersebut hanya sekitar 45 – 50 orang saja dengan jumlah peserta 23 ditambah 3 kru kapal dan barang-barang yang kami bawa dalam Ekspedisi Nusantara Jaya.

Namun perjalanan seru itu disambut baik oleh penghuni lautan. Kami diperlihatkan indahnya, Ikan Terbang secara langsung, Lumba-lumba yang melompat secara bergerombolan tepat dihadapan, seakan memberikan sambutan yang meriah menuju tempat pengabdian kami.

Dan itu hanya bagian terkecil dari keindahan yang saya dapat dari kegiatan Ekspedisi Nusantara Jaya tersebut. Karena ternyata tempat yang kami tuju untuk melakukan pengabdian itu sangatlah indah. Bagaikan surga di pulau yang kecil yang hanya mempunyai satu desa namun dilimpahkan kekayaan alam lautan yg melimpah.

Disitulah kami mengabdi, menginspirasi dan merasakan kebersamaan dengan masyarakat, anak-anak pulau yang sangat bersahabat dengan siapapun.
Satu kebanggaan saya dapat melihat penyu yang begitu akrab dengan manusia, hal tersebut membuat saya makin penasaran akan pulau popoongan ini.

Dalam Ekspedisi Nusantara Jaya tahun ini, kami membentuk beberapa devisi yaitu : Devisi Kesehatan, Devisi Lingkungan, Devisi Ekonomi Kreatif serta devisi Pendidikan.

Kendati semua devisi sama pentingnya, namun pribadi saya menilai soal Pendidikan yang sangat berharga buat masyarakat pulau, dimana notabennya masyarakat hanya dapat mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD), maklum karena disana hanya ada SD, itupun kondisinya hampir sama dengan yang diceritakan dalam novel Laskar Pelangi, sekolah yang atapnya Bocor, bangunannya pun nyaris roboh.

Ditengah keterbatasan itu, semangat para anak-anak disana untuk merasakan bangku sekolah tetap membara, meskin diatara anak – anak pulau itu, tidak sedikit yang akhirnya lebih awal meninggalkan kelas selamnya untuk kemudian bekerja

Bagi yang tetap ingin merampungkan jenjang pendidikan dasar, tantangan juga tetap menghadang, buku hingga sumber – sumber informasi masih sangat langka.
Bila di kota, anak – anak sekolah dapat menikmati banyak sumber ilmu termasuk dari dunai maya, namun di pulau, anak – anak justru belum tersentuh majunya teknologi komunikasi, saluran selular hingga saat ini belum sampai ke sana.

Dalam ekspedisi ini, kami para peserta mencoba memutar balik maindset mereka untuk berpikir kedepannya. Pada kegiatan tersebut kami adakan survei kekayaan laut pulau, kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis, mengolah hasil laut menjadi barang yang bernilai ekonomi buat nasyarakat dan tak terlupa salah satu program dibidang pendidikan yaitu training motivasi dalam kelas Inspirasi.
Alhamdulillah saat itu saya dipercaya dari teman-teman yang lain untuk menjadi salah satu pemateri dalam kelas inspirasi, Dengan modal pengalaman dan status saya sebagai seorang jurnalis kampus saya mencoba menggiring siswa-siswa disana untuk mulai mengenal teknologi dan dunia jurnalistik. Saya sangat senang anak – anak pulau antusias mendengar pengalaman sebagai penulis.

Satu hal yang membuat bangga, anak – anak pulau masih menjaga salah satu warisan penting leluhur, sopan santun dan keramahtamahan.

Setelah sepekan kami berkegiatan di pulau, kini tiba saatnya kami akan kembali ke tempat masing-masing, tentu kami sedih karena harus meningglkan pulau indah itu, kami juga senang karena sebentar lagi cerita indah dari pulau akan kami sebar ke banyak orang.
Semua bercampur jadi satu.

Satu hal yang terus membekas dalam sanubari, berkelana di pulau, membuat kami semakin sadar, bahwa Indonesia kaya dengan kekayaan maritim, laut yang penuh potenis, justru selama lebih banyak dieksploitasi
Saatnya kita semua kembali “menghadap” ke laut, seperti moyang kita jaya di laut, perkasa di darat.

Presiden Jokowi, 2014, mengatakan “Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudera, selat, dan teluk.”

Menurut Jokowi, saat ini adalah momentum bagi Indonesia untuk mengembalikan kejayaan di laut dan samudera. “Sehingga ‘jalesveva jayamahe’, di laut kita jaya, sebagai semboyan nenek moyang kita di masa lalu kembali membahana.”


Dan sebagai penutup kisah perjalanan saya dalan kegiatan Ekspedisi Nusantara Jaya 2017. Saya mengajak teman-teman untuk dapat berbagi apapun potensi yang kita punya, mahasiswa dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi juga punya kewajiban mengabdi untuk peradaban.

Ayoo berekspedisi. Nantikan Ekspedisi Nusantara Tahun 2018.

Saksikan serunya Ekpedisi Nusantara Jaya 2017 rute Sulawesi Barat di video berikut  :

VIDEO- Ekspedisi Nusantara Jaya 2017

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Fikes Bagikan 200 Hand Sanitizer ke Masyarakat

Foto : Mahasiswa beserta dosen dan staf Fikes