Teliti Tata Niaga Kakao, Dosen Unsulbar Raih Doktor di Unhas

Teliti Tata Niaga Kakao, Dosen Unsulbar Raih Doktor di Unhas

- in Kabar Kampus
710
0

Foto : Suasana sidang Program Doktor, Dr. Wahyu Maulid Adha, SE., MM., di Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi, Universitas Hasanuddin (Unhas), Kamis (17/1/2019).

karakterunsulbar.com – Salah satu dosen Unsulbar, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Dr. Wahyu Maulid Adha, SE., MM., resmi meraih gelar Doktornya di Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dengan judul Riset Tata Kelola Niaga tanaman Kakao, Kamis (17/1/2019).

Dr. Wahyu memulai Program Pendidikan Doktornya di Unhas pada tahun 2014 dan mampu menyelesaikan studinya dalam kurung 4.6 tahun dengan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemeristekdikti). Dr. Wahyu dengan jurnal yang terakreditasi membawanya meraih IPK 3.88.

“Saya mulai kuliah di Unhas 2014, dengan Beasiswa BPP-DN,” Ungkap Wahyu, kepada karakter saat dihubungi Via Whatsapp Jumat, (18/1)

Menurutnya, riset tersebut penting dilakukan karena masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar) sebagian besar merupakan pelaku usaha Kakao, juga kemampuan berwirausaha masih rendah. Oleh karena itu, harus mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempuni. Akibat kurangnya SDM, tidak sedikit pelaku usaha yang telah bangkrut.

“Sebagian besar masyarakat Sulbar pelaku usaha Kakao dan kemampuan wirausaha rendah. Tidak sedikit yang yang telah bangkrut , ” ungkap Wahyu

Dr. Wahyu menjelaskan, untuk pedagang Kakao agar tetap eksis dan mampu bersaing tentu harus dibekali dengan Knowledge (pengetahuan) mengenai jiwa interpreneur, mengingat harga pasar Kakao sangat fluktuatif (tidak tetap) terhadap pasar dunia.

Jelasnya lagi, pedagang Kakao Sulbar, bukan hanya bersaing dengan harga pasar dunia, tetapi juga perusahaan eksportir (antar negara) yang sudah masuk di Sulbar maupun industri yang langsung pada petani.

“Para pedagang Kakao, harus mempunyai pengetahuan karena saingannya sudah eksportir yang masuk di Sulbar, maupun Industri, ” jelasnya

Alumni S2 Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu juga mengatakan, selain pedagang, petani kakao juga penting untuk diberdayakan melalui dukungan lembaga terkait.

“Petani juga butuh dukungan dari stakeholder,” haturnya.

Sampai saat ini, program sertifikasi petani di Sulbar telah dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan, namun tidak merata. Hanya sebagian wilayah Majene, Polewali Mandar, Mamasa serta Mamuju. Oleh karena itu dibutuhkan dukungan pemerintah agar program tersebut berjalan baik.

Program sertifikasi ini pun masih menuai permasalahan, banyak petani yang tak terbayarkan karena persoalan administrasi.

“Sebenarnya program sertifikasi petani sudah ada. Namun, belum merata di Sulbar hanya sebagian wilayah. Dan juga masih banyak masalah, ” kata Wahyu

Ia berharap agar pemerintah segera hadir di tengah-tengah petani memberikan dukungan untuk kesejahteraan pelaku usaha dan petani Kakao.

Kepada dosen dan mahasiswa Unsulbar, Dr. Wahyu Maulid Adha, SE,. MM mengingatkan agar melanjutkan pendidikannya, karena ini menunjang kualitas SDM dan kemajuan terhadap kampus Unsulbar.

“Dosen-dosen yang lain segera melanjutkan studinya untuk Unsulbar yang lebih baik dan mahasisnya kerja keras lagi belajar,” tambahnya. (RD03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Mahasiswa Teknik Unsulbar Salurkan Bantuan untuk NTT dan NTB

Foto : Penyaluran donasi di Desa Wairburak Kecamatan Adonara