Muchtadin di Bedah Film HMPSIH: Pengacara Bukan Profesi yang Mudah

Muchtadin di Bedah Film HMPSIH: Pengacara Bukan Profesi yang Mudah

- in Kabar Kampus
128
0

Foto: Suasana pemutaran film

Karakterunsulbar.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum (HMPSIH), Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) lakukan Bedah Film “Primal Fear” di Pelataran Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), malam Senin lalu (29/09/2019).

Film yang bertema hukum ini menghadirkan pemantik dari salah satu dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum yakni Muchtadin Al Attas, SH.,MH, yang sekaligus merekomendasikan film tersebut.

Peserta yang hadir pun datang dari berbagai Prodi, meski lebih didominasi oleh mahasiswa Prodi Ilmu Hukum. Dan, sebelum pemutaran film, Akmal Halim (Ilmu Hukum, 2018) membacakan sebuah puisi yang berjudul “Sengkon dan Karta”.

Saat diwawancara lebih lanjut, Muchtadin menjelaskan alasan memilih film tersebut untuk dibedah. Ia mengungkapkan, film “Primal Fear” memiliki cerita yang tidak mudah diprediksi dan memang berkaitan dengan hukum, meski hukum yang ditampilkan berbeda dengan di Indonesia.

“Itu bisa menambah wawasan, memunculkan rasa penasaran terhadap hukum, dan pesan moril film tersebut pun sangat bermanfaat,” lanjutnya saat ditemui usai mengajar. (30/09)

Ia juga menambahkan, meski peserta yang hadir berbeda tingkatan, film ini dapat membuat mereka paham proses persidangan dan paham bahwa hukum yang tidak dapat dipertanggung jawabkan dalam konteks orang gila atau Bipolar itu memang ada.

Muchtadin Al Attas saat membawakan materi bedah film

Muchtadin menjelaskan, poin penting yang ingin disampaikan dalam film tersebut. Bahwa, terkadang dalam proses penyelesaian perkara itu tidak mudah. Meski terkadang orang berfikir, Pengacara itu pekerjaan yang memudahkan orang untuk kaya.

“Di balik itu semua ada pekerjaan yang sulit, seperti melakukan pembelaan, memastikan prosedur penyelesaian perkara sesuai dengan koridornya,” tambahnya.

Ia juga berpesan bahwa belajar bukan hanya dari buku, tetapi visualisasi dalam bentuk film pun bisa. Bahkan, dari melihat keadaan sekitar juga bisa.

Ketua Panitia, Reski Hasan (Ilmu Hukum, 2018) berterimakasih kepada panitia dan peserta yang telah menyukseskan acara tersebut. Ia juga berharap, nantinya akan ada kegiatan lain yang mampu meningkatkan wawasan mahasiswa terkhusus Prodi Ilmu Hukum

“Alhamdulillah, semoga nantinya akan ada kegiatan seperti ini lagi,” harapnya.

Sumber: www.google.co.id

Film Primal Fear (1996)

Film asal Amerika ini di sutradrai oleh Gregory Hoblit yang telah memenangkan sembilan Primetime Emmy Awards untuk mengarahkan dan memproduksi Hill Street Blues, NYPD Blue, L.A.

Film ini bercerita tentang seorang pengacara arogan terkenal bernama Martin Vail (Richard Gere), yang melihat berita tentang pembunuhan seorang Arcbishop (uskup agung) Rushman yang dilakukan oleh seorang remaja bernama Aaron Stampler (Edward Norton), seorang Altar boy yang memiliki kepribadian bodoh, culun bahkan penakut.

Aaron tertangkap saat berusaha melarikan diri dengan berlumuran darah di sekujur tubuhnya, Vail yang melihat ini dengan cepat mengajukan diri secara sukarela untuk menjadi pengacara pembela untuk Aaron.

Namun, Aaron ternyata memiliki kepribadian ganda (bipolar) yakni Roy, yang mengaku melakukan pembunuhan terhadap Rushman.

Untuk membuktikan bahwa Aaron memiliki kepribadian ganda dibutuhkan tes, tetapi itu tidak bisa dilakukan disaat kasus ini masih berjalan di pengadilan, maka Vail pun mencari cara lain agar Aaron bisa lepas dari tuduhan ini yaitu dengan mengeluarkan Roy saat pengadilan sedang berlangsung.

Namun, saat dibebaskan Aaron justru mengaku sama sekali tidak ada, yang ada hanya Roy. Aaron hanyalah karakter yang Roy ciptakan untuk mendapatkan simpati dari pengacaranya, juri dan hakim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

ISMAPETI Gelar Temu Ilmiah di Unsulbar

Foto: Pembukaan Temu Ilmiah ISMAPETI di Gedung Assamalewuang