Kuliah Lapang di Museum, Mahasiswa Pendidikan IPA Didampingi Budayawan Nasional

Kuliah Lapang di Museum, Mahasiswa Pendidikan IPA Didampingi Budayawan Nasional

- in Berita, Kabar Kampus
214
0

karakterunsulbar.com – Mahasiswa program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) melakukan kuliah lapang di Museum Mandar Majene. Di kegiatan itu, selain melihat berbagai barang peninggalan bersejarah, mahasiswa juga mendapatkan materi secara langsung dari budayawan nasional.

Kuliah lapang mahasiswa Prodi Pendidikan IPA itu disebut sebagai pengembangan pembelajaran mata kuliah Wawasan Sosial Budaya.
Dosen pengampu mata kuliah tersebut, Ayu Indayanti Ismail M.Si, Jumat, 07/06 menjelaskan, kuliah lapang ke museum yang berlangsung Rabu, 05 Juni 2024 itu sebagai rangkaian pembelajaran yang sebelumnya telah digelar di dalam kelas.

” Mahasiswa selain dapat melihat berbagai benda yang bersejarah, juga mendapat penjelasan, materi secara langsung dari budayawan Ridwan Alimuddin yang hadir mendampingi mahasiswa,” kata Ayu.

Ridwan Alimuddin (tengah, bertopi) memberi penjelasan kepada mahasiswa di Museum Mandar. (foto: Ist)

Lebih lanjut Ia menjelaskan, bahwa pilihan melakukan kuliah lapang ke museum agar mahasiswa dapat mengetahui
perkembangan peradaban dengan mengobservasi berbagai koleksi museum.
Disamping itu, dengan datang ke museum, mahasiswa juga dapat melakukan wisata edukatif, belajar sambil berekreasi.

” Di museum Mandar Majene kita seperti memasuki lorong waktu, serasa kembali ke masa kolonial Belanda, saat museum itu berfungsi sebagai rumah sakit,” jelas Ayu.

Kuliah lapang di Museum Mandar Majene itu berlangsung menarik, budayawan Ridwan Alimuddin juga dosen Praktisi Mengajar memberikan penjelasan secara komprehensif kepada mahasiswa tentang Museum Mandar Majene serta berbagai koleksi yang tersimpan di dalamnnya.

Museum Mandar Majene berada di Jalan Raden Suradi Nomor 17, Pangali-ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.
Di museum itu, pengunjung dapat melihat koleksi kedokteran peninggalan rumah sakit Belanda.
Di bagian museum yang lain, pengunjung juga dapat melihat ular phyton sepanjang 8 meter yang telah diawetkan sejak 2010.

Dihimpun dari berbagai sumber, diperoleh informasi bahwa Museum Mandar Majene adalah bekas rumah sakit yang dibangun Belanda pada masa kolonial di tahun 1908, Rumah sakit Belanda itu disebut juga Boyang Marendeng atau Rumah Sehat atau Landschapsziekenhuis.
Bangunannya berciri khas Eropa dengan panjang bangunan adalah 32 meter, lebar 32 meter dan tinggi 5 meter. (RD01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Resmi Berdiri, Prodi Bisnis Digital Unsulbar Siap Terima Mahasiswa Baru

karakterunsulbar.com – Program studi Bisnis Digital yang baru