Dosen FKIP Unsulbar Tim Pengbdian Kepada Masyrakat Pelestarian Burung Migrasi bersama Siswa MI BPI Tandung memperingati Hari Burung Migrasi 2025, Sabtu, 10 Mei 2025. ( Foto : Tim PKM FKIP)
karakterunsulbar.com – Konservasi satwa burung Migrasi telah menjadi gerakan penting secara global dalam upaya melindungi satwa burung yang bermigrasi lintas negara, lintas benua.
Dosen Unsulbar melibatkan para siswa Madrasah Ibtidaiyah sebagai upaya perlindungan burung Migrasi sejak usia dini.
Gerakan pelestarian, perlindungan burung Migrasi di Sulawesi Barat ini diinisiasi oleh para dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang tergabung dalam Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) Universitas Sulawesi Barat.
Pada gerakan tersebut, para dosen bersama siswa Madrasah Ibtidaiyah BPI Kampung Baru, Desa Tandung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar menggelar sejumlah kegiatan, mulai diseminasi informasi dan penyebaran poster tentang perlindungan burung Migrasi, hingga aksi bersih lingkungan.
” Pelibatan siswa ini tentunya agar sejak dini, tumbuh pemahaman tentang keberadaan burung Migrasi yang penting bagi ekosistem lingkungan,” kata Ketua Tim Pengabdian Burung Migrasi FKIP Unsulbar, Alexander Kurniawan Sariyanto Putera, M.Si kepada Redaksi Karakterunsulbar.com, Senin, 12/5/2025.
Ia mengatakan kegiatan Pengabdian Perlidungan Burung Migrasi oleh tim Dosen FKIP Unsulbar itu digelar dalam rangkaian peringatan Hari Burung Bermigrasi Sedunia atau World Migratory Bird Day 2025 yang diselenggarakan secara serentak seluruh dunia pada tanggal 10 Mei 2025.
Acara di kawasan MI BPI Tandung itu dibuka secara resmi Wakil Dekan FKIP Unsulbar, Dr. Nur Aisyah Humairah, M.Pd.
Menurut Alexander, Kegiatan tersebut didukung penuh oleh pemberi dana hibah EAAFP World Migratory Bird Day Small Grant Fund 2025 yang berada di Incheon, Korea Selatan.

Selain Alexander, dosen lainnya yang tergabung dalam tim Pengabdian Burung Migrasi FKIP Unsulbar antara lain; Andi Rosman N M.Si, Dita Mulyana Ramadhani, M.Pd, Haryanti Putri Rizal, M.Pd, Isdaryanti, M.Si, Ketrin R. Manullang, M.Pd, Meili Yanti, M.Pd, Muh. Inayah M.Pd, Musrifah Tahar, M.Si, dan Ummu Kalsum, M.Si.
Hari Burung Migrasi
Hari Burung Migrasi Sedunia diperingati dua kali setiap tahun, yaitu pada bulan Mei dan Oktober.
Dikutip dari website www.worldmigratorybirdday.org, bahwa perayaan dua kali setahun untuk menyesuaikan dengan pola migrasi di kedua belahan bumi.
Hari Burung Migran Sedunia (WMBD) mempromosikan perlunya melestarikan burung migran dan habitat yang mereka andalkan melalui pendidikan, acara publik, dan kerja sama internasional.

Kampanye Hari Burung Migran Sedunia (WMBD) menyoroti perlunya hidup berdampingan secara sehat antara manusia dan burung. Kampanye ini akan berfokus pada penciptaan dan adaptasi lingkungan yang mendukung populasi burung migran di semua komunitas, dari kota-kota yang ramai hingga kota-kota kecil dan komunitas. Ada tindakan yang dapat dilakukan setiap orang untuk melindungi ruang bersama kita dengan satwa liar. (RD01)

